Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, setoran pajak pada Mei 2026 akan mengalami pertumbuhan 22% yoy pada Mei 2026.
Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi yang sudah ia umumkan untuk kondisi April 2026 sebesar 16,1% yoy dengan nilai Rp 646,3 triliun atau setara 27,4% dari target Rp 2.357,7 triliun.
"Pendapatan pajak kita lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22% lebih," kata Purbaya di kawasan DPR, Jakarta, dikutip Kamis (4/6/2026).
Makin mencuatnya setoran pajak ini kata Purbaya membuat keseimbangan primer Mei 2026 akan kembali surplus, bahkan lebih tinggi dari surplus per akhir April 2026 sebesar Rp 28 triliun.
"Di bulan Mei juga primary surplusnya positif lagi, lebih tinggi dibanding bulan April malah," ujar Purbaya.
Dengan catatan itu, ia menekankan, dalam lima bulan ini atau hingga Mei 2026, defisit APBN hanya akan bergerak di kisaran 0,7% dari produk domestik bruto (PDB), sedikit lebih tinggi dari April 2026 yang defisitnya terealisasi 0,64% PDB atau setara Rp 164,4 triliun.
"Jadi kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngaur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kita makin bagus. Nanti saya kasih tahu di APBN Kita. Saya kasih lihat gambar satu persatu seperti apa," papar Purbaya.
(arj/arj) Add as a preferred
source on Google



