JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah muncul di perairan Muara Angke, Jakarta Utara, tepatnya di depan jalur kapal Kali Adem. Dari kejauhan, tumpukan sampah itu terlihat seperti sebuah pulau.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Kamis (4/6/2026), sampah terlihat menumpuk di atas gundukan lumpur dan membentang sepanjang sekitar 15 meter.
Air laut di sekitar tumpukan sampah tampak berwarna hitam pekat dan menimbulkan bau tidak sedap.
Baca juga: Bukan Sekadar Kenakalan, Benarkah Kebiasaan Merokok Bisa Gerus Prestasi Siswa?
Sampah yang menumpuk didominasi sampah plastik, di antaranya kemasan bumbu dapur, produk kebersihan, serta sejumlah potongan kayu.
Di sejumlah titik, sedimentasi lumpur terlihat sangat basah sehingga berisiko membuat seseorang terperosok. Kondisi ini dialami Kompas.com saat mencoba mendekati area tumpukan sampah.
Begitu menginjak area lumpur basah berwarna hitam, kaki langsung terperosok hingga sedalam lutut.
Saat berusaha menarik kaki keluar, lumpur yang padat justru membuatnya semakin sulit bergerak hingga sandal yang dipakai terlepas dan hilang ditelan lumpur.
Kompas.com akhirnya berhasil keluar dari kubangan lumpur setelah mendapat bantuan dari petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta yang tengah melakukan pengangkutan sampah.
Baca juga: Warteg dan Hari-hari yang Lebih Berat dari Covid...
Di lokasi tersebut terdapat sejumlah petugas DLH DKI Jakarta dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Metro Jaya yang tengah mengumpulkan sampah di beberapa titik.
Di lokasi yang sama, sebuah excavator tampak mengeruk sedimen lumpur berwarna hitam di area tumpukan sampah untuk mempermudah proses pembersihan.
Sampah yang berhasil dikumpulkan dimasukkan ke dalam keranjang dan selanjutnya diangkut ke darat menggunakan kapal milik Dinas Lingkungan Hidup.
Pengawas lapangan dari UPS (Unit Penanganan Sampah) Badan Air, Seno Rifaldi, menjelaskan bahwa penumpukan sampah di area pesisir Muara Angke terjadi akibat endapan lumpur yang membawa sampah.
"Terjadinya penumpukan sampah di sini karena awalnya endapan lumpur. Ketika air laut pasang surut, dia membawa sampah, dan ketika di sini udah terjadi lumpur yang tinggi, jadi sampah itu akan mengendap di atas lumpur ini," kata dia kepada Kompas.com di lokasi, Kamis.
Selain itu, angin barat yang membawa sampah dari arah laut turut menyebabkan sampah menumpuk di gundukan lumpur tersebut.
Baca juga: Waspada Macet, 7 Acara Besar Serbu Kawasan GBK Akhir Pekan Ini
Seno mengatakan, volume sampah yang diangkut pada hari ini ditargetkan mencapai sekitar 50 meter kubik. Proses pembersihan pun ditargetkan rampung dalam waktu sepekan.
"Dari kemarin kita mengangkut kurang lebihnya 20 meter kubik. Untuk estimasi kubikasenya hari ini, kemungkinan dengan tiga kapal itu kemungkinan kurang lebihnya 50 meter kubik bisa," tambah dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




