Presiden Brasil Kecam Menlu AS Marco Rubio sebagai Musuh Bebuyutan Amerika Latin

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Brasilia: Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva meluncurkan serangan verbal terhadap Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio.

Lula mencap Rubio sebagai musuh bebuyutan Amerika Latin yang menyimpan kebencian mendalam terhadap Brasil.

Ketegangan retorika ini mencuat menyusul penurunan drastis hubungan diplomatik kedua negara setelah Washington mengancam akan memberlakukan tarif menyeluruh sebesar 25 persen terhadap produk impor asal Brasil. Pihak AS menuduh negara ekonomi terbesar di Amerika Latin tersebut telah melakukan praktik perdagangan yang tidak adil.

"Marco Rubio ini tidak menyukai Amerika Latin, apalagi Brasil. Dia adalah seorang Amerika Latin yang frustrasi," ujar Lula kepada wartawan, yang merujuk pada latar belakang orang tua Rubio sebagai imigran asal Kuba, seperti dikutip Anadolu, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Eskalasi perang dagang ini seketika merusak kemajuan diplomatik yang baru saja dicapai beberapa minggu lalu. Sebelumnya, Lula dan Presiden AS Donald Trump sempat menggelar pertemuan selama tiga jam di Washington yang dinilai positif serta konstruktif oleh kedua belah pihak.

Pada hari Senin, Kantor Perwakilan Dagang AS secara resmi menuduh Brasil menerapkan praktik perdagangan tidak adil di beberapa sektor utama, termasuk kebijakan perdagangan digital, regulasi media sosial, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta deforestasi komersial. Pasca pernyataan tersebut, Washington mengancam akan menjatuhkan hukuman berupa pungutan impor sebesar 25 persen.

Keretakan hubungan diplomatik ini kian melebar pada Selasa saat sidang Senat AS, di mana Rubio menyampaikan penilaiannya mengenai geopolitik di Belahan Bumi Barat.

Rubio menyambut baik pergeseran haluan politik di benua Amerika yang kini dinilainya lebih berpihak kepada Washington, setelah dua dekade sempat diabaikan oleh AS hingga memicu kekosongan pengaruh yang kemudian dimanfaatkan oleh Tiongkok. Namun, ia secara khusus mengecualikan Brasil dan Kolombia dari daftar mitra demokratis regional AS.

"Secara garis besar, wilayah ini sekarang dipenuhi oleh sekutu AS, pemimpin yang ramah terhadap AS, dan sikap yang pro-AS," kata Rubio di hadapan panel Senat seraya menyebut penyelarasan kembali ini sebagai pencapaian yang signifikan.

"Pengecualiannya adalah Nikaragua, Kuba, Venezuela, Kolombia sampai batas tertentu, dan tentu saja Brasil, meskipun negara itu sedang berada di tengah siklus pemilu," tambah Rubio.

Lula, yang saat ini tengah mengincar masa jabatan presiden keempatnya dalam pemilu Oktober mendatang, mengeklaim bahwa sikap bermusuhan Rubio sengaja diatur dan bekerja sama dengan pihak oposisi Brasil.

Rival utama Lula dalam pemilu kali ini adalah Senator konservatif Flavio Bolsonaro, putra sulung mantan Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro yang juga merupakan sekutu dekat pemerintahan Trump. Pekan lalu, Flavio Bolsonaro dilaporkan bertolak ke Washington untuk melangsungkan pertemuan tingkat tinggi dengan Trump dan Rubio.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Juri Balinale, Marcella Zalianty Pelajari Film Festival Internasional
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Sherly Tjoanda Ungkap Dampak Hilirisasi Nikel, Ekonomi Maluku Utara Tumbuh Tertinggi di Indonesia
• 7 jam laludisway.id
thumb
Usut Kasus Dugaan Pemerasan WNA, KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo panggil BPKP dan PPATK saat tahu indikasi penyelewengan di BGN
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Tingginya Pemanfaatan JKN Picu Sejumlah Persoalan Laten, Mulai dari Tunggakan hingga Penyakit Katastropik
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.