Mendag Pilih Barter Komoditas dengan Filipina Imbas Rupiah Anjlok

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengemukakan pemerintah memilih alternatif perdagangan luar negeri dengan Filipina dengan cara barter di tengah berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Busan, sapaannya, menyampaikan bahwa kondisi perdagangan Indonesia sejatinya masih bagus di tengah pelemahan rupiah. Berdasarkan data TradingView dalam intraday perdagangan Kamis (4/6/2026) pukul 11.35 WIB, rupiah melemah ke posisi Rp18.042 per dolar AS. 

Dalam pertemuan menteri-menteri negara Asean beberapa waktu lalu, kata Busan, pihaknya telah bertemu dengan pengusaha Filipina. 

“Karena di Filipina nilai tukarnya kan juga lagi kurang bagus. Jadi bagaimana kalau kita pakai cara barter,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemendag, Kamis (4/6/2026).  

Rencananya, pemerintah dan buyer asal Filipina akan meneken kesepakatan barter komoditas pada 12 Juni mendatang. Namun, Busan belum mengungkapkan jenis komoditas yang akan dipertukarkan kedua pihak.

Busan menekankan bahwa pelemahan rupiah dapat menjadi momentum bagi ekspor Indonesia. Bahkan ekspor Januari–April 2026 memperlihatkan pertumbuhan 5,48% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Baca Juga

  • Mendag Umumkan HET Minyakita Segera Naik
  • RI Terancam Kena Tarif Tambahan 10% dari AS, Begini Sikap Kemendag
  • Danantara jadi Eksportir Tunggal CPO-Batu Bara Cs, Siapa Paling Terdampak?

Di dalam negeri, Busan menyampaikan bahwa pelemahan rupiah yang berdampak pada harga pupuk maupun pakan ternak tak mengusik harga di tingkat konsumen. 

Dia mengatakan harga bahan pokok yang terekam dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) relatif stabil. 

Mengambil contoh telur ayam ras, produksinya cenderung surplus dan harganya justru di bawah harga yang telah ditetapkan. 

“Sehingga harus ada penyerapan yang bagus. Jadi sebenarnya relatif bagus ya tinggal kita bagaimana mengatur antara suplai dengan permintaan,” tambahnya. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau meningkat 5,48% dibanding periode yang sama tahun 2025.

Sementara itu, impor pada periode yang sama mencapai US$86,51 miliar atau meningkat 13,40% dibanding periode yang sama tahun 2025.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Rumah Digeledah hingga Mobil Mewah Disita
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Hilirisasi Nikel Jadi Perhatian Global, Kadin Dorong Standar Keberlanjutan yang Lebih Berkelas
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
DPRD Sulsel Selidiki Dugaan Permainan Harga Pupuk Subsidi di Bone
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Amaya Home Resort Pertahankan Harga Jual di Tengah Kenaikan Suku Bunga
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Pria di Demak Dinyatakan Meninggal, Saat Jenazah Dimandikan Bergerak-Bernapas
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.