Pemerintah Indonesia membidik alternatif perdagangan dengan cara barter dengan Filipina di tengah melemahnya rupiah terhadap dolar AS.
IDXChannel - Pemerintah Indonesia membidik alternatif perdagangan dengan cara barter dengan Filipina di tengah melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Hal itu juga seiring melemahnya mata uang Filipina, Peso, terhadap greenback.
“Karena di Filipina nilai tukarnya kan juga lagi kurang bagus. Jadi bagaimana kalau kita pakai cara barter,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui di Kantor Kemendag, Kamis (4/6/2026).
Kerja sama perdagangan secara barter antara kedua negara ini dikatakan Budi sudah cukup serius. Perkembangan terakhir menunggu keabsahan kontrak kedua belah pihak.
"Sudah kami carikan buyer-nya, setelah bertemu, nanti tanggal, kita akan tanda tangan kontrak," ujar Budi yang belum mau menjelaskan terkait komoditas, nilai dagang, dan mekanisme barter.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Filipina mencatatkan surplus perdagangan nonmigas senilai USD2,77 miliar terhadap Indonesia. Negara tersebut menjadi satu di antara tiga kontributor surplus terbesar neraca dagang RI sektor nonmigas hingga April 2026.
Adapun nilai ekspor Indonesia ke Filipina sebesar USD3,39 miliar dan impor mencapai USD620 juta. Komoditas terbesar berasal dari kendaraan dan bagiannya (HS 87) senilai USD990 juta, bahan bakar mineral (HS 27) senilai USD730 juta, serta lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) senilai USD390 juta.
(NIA DEVIYANA)





