CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Kabar positif datang dari sektor pertanian Sulawesi Selatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan pada Mei 2026 mencapai 118,30.
Angka tersebut naik 2,41 persen dibandingkan April 2026 yang berada di level 115,52.
Kenaikan NTP menjadi indikator bahwa daya beli petani secara umum mengalami perbaikan. Sebab, peningkatan harga hasil pertanian yang diterima petani lebih besar dibandingkan kenaikan biaya yang harus mereka keluarkan untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.
Data BPS menunjukkan indeks harga yang diterima petani (It) naik 2,75 persen, dari 144,01 menjadi 147,97. Sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) hanya naik 0,34 persen, dari 124,66 menjadi 125,08.
Meningkatnya NTP Sulsel pada Mei 2026 terutama ditopang oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pertanian. Subsektor tanaman perkebunan rakyat menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan NTP mencapai 10,50 persen. Disusul subsektor hortikultura yang naik 6,28 persen.
Sementara itu, subsektor tanaman pangan mengalami kenaikan lebih terbatas sebesar 0,25 persen, sedangkan subsektor perikanan naik 0,50 persen.
Secara nominal, NTP tertinggi tercatat pada subsektor hortikultura sebesar 144,16, diikuti tanaman perkebunan rakyat 131,79, perikanan 120,89, tanaman pangan 113,06, dan peternakan 109,04.
Kenaikan NTP menjadi sinyal bahwa kondisi ekonomi petani Sulsel pada Mei 2026 relatif membaik dibanding bulan sebelumnya. Ketika harga hasil panen naik lebih cepat daripada biaya produksi, petani berpeluang memperoleh margin keuntungan yang lebih besar.
Fenomena ini terlihat jelas pada subsektor hortikultura dan perkebunan rakyat. Kenaikan harga komoditas seperti sayuran, buah-buahan, serta hasil perkebunan memberikan tambahan pendapatan bagi petani.
Meski secara umum kondisi membaik, tidak semua kelompok petani merasakan manfaat yang sama. Subsektor peternakan justru mengalami penurunan NTP.
Data BPS mencatat indeks harga yang diterima peternak turun 2,09 persen pada Mei 2026.




