Ini Pemicu Dolar AS Bisa Ngamuk dan Tembus Rp18.000 Versi Bos Pengusaha

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pengunjung menukar uang di tempat penukaran uang di Money Changer Ayu Masagung kawasan Kwitang, Jakarta, Rabu, (3/6/2026). Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno memberikan pandangan terkait penyebab pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Menurutnya pelemahan Rupiah yang terjadi disebabkan sentimen atau presepsi terhadap beberapa faktor. Seperti data impor Indonesia yang semakin membesar. Selain itu ada kekhawatiran terkait peningkatan suku bunga acuan.

Pasalnya tekanan terhadap inflasi AS yang bertahan tinggi di atas target 2%, sehingga diprediksi Bank Sentral AS akan menaikan kembali suku bunga acuan.

Baca: Efek Dolar AS Rp18.000, Mendag Buka Opsi Barter Dagang dengan Filipina

"Kurs rupiah terhadap US$ sudah masuk dalam persepsi walaupun indikasi data Ada yang mendukung, misal impor kıta semakin membesar menggunakan US$ karena inflasi di USA maka FED Akan kenaikan rate pinjaman sehingga USD Pulang kampung," kata Benny, melalui pesan singkat, Kamis (4/6/2026).


Menurut Benny dari kondisi ini akan menguntungkan pengusaha yang berorientasi ekspor dengan produksi yang berasal dari dalam negeri. Namun pengusaha saat ini juga sudah melakukan persiapan dengan menjaga ketat cashflow-nya.

"Masih menguntungkan untuk pengusaha yang orientasi nya Eksport dengan bahan Produksi dari dalam negeri . Persiapan pengusaha Kalau pelemahan rupiah Yaitu jaga ketat cash flow," kata Benny.

Pengunjung menukar uang di tempat penukaran uang di Money Changer Ayu Masagung kawasan Kwitang, Jakarta, Rabu, (3/6/2026). Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Pengunjung menukar uang di tempat penukaran uang di Money Changer Ayu Masagung kawasan Kwitang, Jakarta, Rabu, (3/6/2026). Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Terpisah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta Kamdani, menilai pelemahan nilai tukar rupiah sudah dirasakan hingga sektor riil.

Menurutnya, bagi dunia usaha, tantangan utamanya bukan hanya pada level nilai tukarnya, tetapi pada dampak yang ditimbulkan terhadap biaya produksi, biaya pembiayaan, dan kepastian berusaha. Terlebih 70% sektor industri yang bergantung pada impor bahan baku.

Artinya, pelemahan rupiah secara langsung meningkatkan cost of goods sold, mempersempit margin usaha, dan mengurangi ruang perusahaan untuk melakukan ekspansi.

Shinta menjabarkan bahwa tekanan besar diantaranya dirasakan oleh industri tekstil dan produk tekstil, kimia dan petrokimia, plastik, logam dasar, elektronik, otomotif, serta berbagai sektor yang masih mengandalkan komponen impor dalam rantai produksinya.

Lebih lanjut menurut Shinta, dunia usaha sudah melakukan berbagai langkah mitigasi atas dampak pelemahan nilai tukar ini.

Baca: Dolar AS Tembus Rp18.000-Eksportir Panen Duit Cuma Mitos? Ini Jawabnya

"Banyak perusahaan memilih melakukan efisiensi operasional, hiring freeze, pengendalian biaya non-esensial, penundaan ekspansi dan investasi baru, diversifikasi pasar, serta memperkuat penggunaan bahan baku lokal dan strategi hedging untuk mengelola risiko nilai tukar," katanya.

Menurutnya, saat ini pengusaha berfokus untuk menjaga business continuity sekaligus mempertahankan lapangan kerja di tengah tekanan biaya yang meningkat.


(emy/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pengusaha Minta Pemerintah Jamin Pasokan Gula & Garam Impor

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: PT SMI Dorong Pengembangan RSA UGM Dengan Pendanaan Kreatif
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bulog: Serapan Gabah Petani Tembus 3 Juta Ton, Stok Beras Capai 5 Juta Ton
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Ungkap Strategi Salurkan BBM-LPG Hingga Pelosok
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kementerian HAM Sebut Perpres Bisnis dan HAM untuk Perkuat Investasi dan Standar Perusahaan Nasional
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Inflasi Mei Melonjak, Ekonom Peringatkan Daya Beli Masyarakat Tertekan
• 10 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.