Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menyebutkan lembaga yang baru dipimpinnya ini telah melakukan konsolidasi pertama. Hal utama yang disoroti adalah upaya untuk lakukan efisiensi anggaran.
“Pada hari ini, kami, unsur pimpinan, telah memulai konsolidasi internal BGN. Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran,” ujar Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).
Nanik mengatakan sebetulnya kini anggaran BGN telah berkurang. Namun ia akan berupaya agar anggaran bisa lebih efisien namun tidak mengurangi jumlah sasaran.
“Meskipun sekarang sudah dipotong, tinggal Rp 26,8 (triliun), kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran,” tutur Nanik.
Oleh karenanya, dalam rangka efisiensi anggaran ini, Nanik menyebutkan beberapa persoalan yang akan diperhatikan. Dua hal pertama adalah refocusing penerima manfaat dan melakukan moratorium atau penangguhan terhadap titik-titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.
"Jadi, kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang. Dalam rangka efisiensi anggaran, maka hal yang kami lakukan adalah refocusing penerima manfaat, moratorium dapur titik-titik baru," kata Nanik.
Selain itu, ia juga akan lakukan pembenahan dapur yang telah beroperasi agar makanan yang tersaji dapat berkualitas.
“Pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM. Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan lakukan suspend,” jelas Nanik.
Lebih lanjut, ia juga akan mendorong Makanan Bergizi Gratis (MBG) tersebar ke wilayah 3T dengan tidak memberatkan APBN.
“Merealisasikan program MBG untuk daerah 3T dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN,” sebut Nanik.





