BOGOR, KOMPAS.com - Sejumlah pelajar merundung pelajar lainnya berinisial R hingga melakukan kekerasan di wilayah Ciheuleut, Kota Bogor.
Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam Dwi mengatakan, polisi menangkap tujuh pelajar yang terlibat pengeroyokan tersebut
Ketujuh pelajar tersebut yakni MA, MFS, RMZW, HH, FIP, dan MQB dari dua SMK berbeda. Sementara korban satu sekolah dengan beberapa pelaku.
Baca juga: Rela Tahan Lapar demi Nikotin: Potret Buram Fenomena Pelajar Merokok
Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah para pelaku.
MA, MFS, RMZW sudah lebih dulu ke berangkat ke Polresta Bogor Kota dengan pendampingan orang tua dan guru, sekitar pukul 12.30 WIB.
"Diarahkan ke Polresta Bogor Kota di dampingi oleh orangtua dan guru, sedangkan siswa atas nama HH menyusul ke Polresta Bogor Kota," jelas Imam dalam keterangan tertulisnya, pada Kamis (4/6/2026).
Selain itu, korban R disusul oleh kepala sekolah ke kediamannya untuk pergi ke Polresta Bogor Kota.
Sekitar pukul 13.30 WIB dua pelajar lainnya yakni FIP dan MQB sudah berada di Polresta Bogor Kota.
Kini, para pelajar tersebut sedang dimintai keterangan oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bogor Kota dengan pendampingan para orang tua.
"Masih (pemeriksaan)," kata Kanit PPA Polresta Bogor Kota, Ipda Intan Dian Kartini saat dihubungi Kompas.com, pada Kamis (4/6/2026).
Baca juga: 2 Pelajar Dikeroyok di Jakpus Usai Coba Halangi Sopir Taksi yang Hendak Dihajar
Dari video yang diunggah di media sosial Instagram, sejumlah pelajar melakukan pengeroyokan di sebuah gang, wilayah Ciheuleut, Kota Bogor, Rabu (3/6/2026).
Tampak, salah satu pelajar dalam kondisi telungkup tanpa mengenakan seragam dan hanya memakai celana sekolah.
Pelajar yang telungkup tersebut dipukul menggunakan ranting kayu dan bagian punggungnya diinjak.
"Enggak usah mandang, enggak usah mandang!" ucap salah satu pelajar sambil menunjuk korban.
"Push up, push up, buru gua mau lu push up 10 kali," kata pelajar lainnya kepada korban.
Usai menyuruh push up, pelajar yang mengenakan tas selempang berwarna hitam itu meminta pelajar lainnya untuk menendang korban.
"Tendangin, buru tendangin," ucap pelajar dengan tas selempang sambil menunjuk pelajar lainnya.
Kemudian, pelajar lainnya menuruti perintah untuk menendang korban yang masih dalam posisi telungkup.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




