Pesan Komjen Dedi ke Ribuan Bintara Naik Pangkat Jadi Perwira: Jaga Nama Baik Pribadi dan Institusi

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Sukabumi, VIVA – Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pelantikan 1.848 Perwira Polri lulusan SIP Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar perubahan pangkat dari bintara menjadi perwira, melainkan bagian dari transformasi besar institusi Polri dalam menjawab tantangan zaman dan harapan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Kamis 4 Juni 2026.

Baca Juga :
1.848 Perwira Polri Resmi Dilantik, 90 Persen Disebar ke Polres dan Polda Guna Perkuat Pelayanan
Operasi Patuh 8-21 Juni 2026, Kakorlantas: 60 Persen Penindakan Gunakan ETLE

“Pelantikan ini tidak hanya dimaknai sebagai perubahan pangkat dari bintara menjadi perwira. Lebih dari itu, ini merupakan evolusi dan transformasi peran, tanggung jawab, pola pikir, serta sikap dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks,” ujar Dedi.

Menurutnya, seorang perwira tidak lagi hanya menjalankan perintah, tetapi menjadi pemimpin dan pengendali di lapangan yang dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, adaptif, dan solutif.

Dedi menjelaskan bahwa Polri ke depan akan menghadapi tantangan lingkungan strategis yang semakin kompleks, baik pada tingkat nasional maupun global.

Berbagai dinamika geopolitik internasional, fluktuasi ekonomi global, perkembangan teknologi informasi, hingga tantangan keamanan dalam negeri berpotensi memengaruhi stabilitas kamtibmas nasional.

Di sisi lain, Polri juga menghadapi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.

Menurut Dedi, berbagai langkah reformasi terus dilakukan Polri sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. Langkah tersebut antara lain implementasi Program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri, penerapan pedoman Do’s and Don’ts bagi anggota, perubahan paradigma pengamanan aksi unjuk rasa yang lebih humanis, serta penguatan layanan publik berbasis teknologi.

“Polri sedang berproses menjadi institusi yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Para perwira baru harus menjadi bagian dari perubahan tersebut,” tegasnya.

Mantan Kadiv Humas Polri ini juga menyinggung momentum pembahasan Rancangan Undang-Undang Polri yang dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkuat landasan hukum, akuntabilitas, serta tata kelola organisasi yang lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam amanatnya, Dedi menyampaikan empat pesan utama kepada seluruh perwira yang baru dilantik. Pertama, menguasai tugas pokok, fungsi, dan peran sebagai anggota Polri dengan berpedoman pada nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya.

Baca Juga :
Operasi Patuh 2026 Digelar 8-21 Juni, Kakorlantas Targetkan Angka Kecelakaan Menurun
Habiburokhman Sebut RUU Polri Bakal Ubah 8 hingga 9 Pasal, Apa Saja?
Sahroni Sebut Polri dan Komnas HAM Harus Saling Koreksi soal Isu Pelanggaran HAM

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Swasembada Energi & Pangan, Komisaris Pertamina Apresiasi TJSL Uma Palak Lestari
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Ditutup Anjlok 1,70 Persen ke Level 5.839
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Digelar 32 Hari, Targetkan Transaksi Rp8 Triliun
• 6 jam laludisway.id
thumb
6 Stadion Piala Dunia 2026 di Wilayah Timur
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
SBY Sebut UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.