TABLOIDBINTANG.COM - Pink mengungkapkan fakta menarik tentang dirinya. Meski dikenal sering melakukan aksi akrobatik spektakuler di konser-konsernya, ternyata ia memiliki ketakutan terhadap ketinggian.
Pengakuan itu disampaikan penyanyi berusia 46 tahun tersebut saat menjadi bintang tamu dalam acara Late Night with Seth Meyers pada Selasa (2/6).
Dalam wawancara tersebut, Pink menjelaskan bahwa rasa takut terhadap ketinggian justru menjadi alasan mengapa ia terus menantang dirinya untuk terbang dan bergelantungan di udara saat tampil di atas panggung.
"Saya percaya bahwa kita harus menghadapi rasa takut dan tetap melakukannya," ujar Pink.
Pelantun lagu "Just Give Me a Reason" itu mengenang sebuah pengalaman yang membuatnya sadar betapa besar fobianya terhadap ketinggian.
Saat itu, ia sedang berkendara bersama suaminya, Carey Hart, melewati jalan di tepi tebing.
Rasa takut yang muncul begitu kuat hingga ia meminta suaminya menghentikan mobil.
"Saya berkata, 'Turunkan saya sekarang atau saya tidak akan berbicara denganmu lagi.' Saya akhirnya berjalan kaki. Saya benar-benar tidak bisa menghadapi ketinggian," kenangnya.
Meski memiliki ketakutan tersebut, Pink justru menjadikan aksi udara sebagai salah satu ciri khas pertunjukannya.
Selama bertahun-tahun, ia dikenal kerap melayang di atas penonton menggunakan tali pengaman, melakukan berbagai manuver akrobatik yang memukau.
Menurutnya, reaksi penonton menjadi alasan utama mengapa ia terus mempertahankan atraksi tersebut.
"Itu bisa mengubah pria berusia 50 tahun menjadi anak laki-laki berusia enam tahun. Rasanya seperti pertama kali melihat sulap," katanya.
Pink mengaku hampir setiap malam melihat ekspresi kagum dari para penggemarnya saat menyaksikan aksi tersebut.
Ketika ditanya bagaimana cara mengatasi ketakutannya saat sudah berada di udara, Pink memberikan jawaban yang sederhana.
"Rasanya sangat membebaskan," ujarnya.
Ia juga menceritakan bahwa sang ibu pernah bertanya apakah suatu hari nanti dirinya akan berhenti melakukan aksi berbahaya dan tetap berada di atas tanah.
"Ibu saya pernah berkata, 'Apa kamu tidak akan tetap berada di tanah saja suatu hari nanti?' Dan saya menjawab, 'Kenapa harus begitu?'" katanya sambil tertawa.
Menurut Pink, selama ia masih mampu melakukannya dan ada orang-orang yang bersedia membantunya meluncur keluar dari panggung menuju udara, ia akan terus melakukannya.
"Kalau saya bisa melakukan ini, kalau saya bisa meyakinkan orang untuk meluncurkan saya dari bawah panggung, kenapa tidak? Ini sangat menyenangkan," tutupnya.
Pengakuan tersebut kembali menunjukkan bahwa di balik aksi-aksi ekstrem yang menjadi ciri khas konser Pink, terdapat perjuangan pribadi untuk menaklukkan rasa takut yang telah lama ia miliki.




