Suhardi (65) warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meninggal dunia pada Selasa (2/6) pukul 16.00 WIB. Saat hendak dimandikan atau disucikan di halaman depan rumah, jenazah Suhardi bergerak dan bernapas.
Keluarga Suhardi, meluruskan kabar yang beredar itu. Anak kedua Suhardi, Setiawan (29), mengatakan ayahnya bukan mati suri tetapi kondisinya koma sebelum akhirnya meninggal dunia.
Berikut kronologinya:
Selasa (2/6) pagiSuhardi enggan makan dan minum. Setiawan mengetahui hal itu saat dia hendak berangkat kerja.
"Saya kurang tahu apakah bapak sudah terasa atau bagaimana. Tetapi pada Selasa pagi itu beliau tidak mau makan dan minum seperti biasanya," katanya, Kamis (4/6).
Pukul 16.00 WIB
Suhardi dikabarkan meninggal. Saat hendak dimandikan atau disucikan di halaman depan rumah muncul keringat di badan jenazah.
"Ketika mau dimandikan, muncul keringat di tubuh ayah saya. Akhirnya ayah kami masukkan lagi ke dalam rumah," ucap Setiawan.
Bidan setempat datang dan memeriksa kondisi almarhum. Posisi kedua mata almarhum masih terpejam.
Pukul 19.00 WIB
Setiawan pulang dari bekerja. Kemudian ia memegang kedua tangan ayahnya.
"Saya pulang kerja langsung pegang kedua tangan ayah saya. Saya cek sebelah kanan dan kiri tangan ayah saya masih terasa lemas," jelasnya.
Pada saat itu, ayahnya juga masih dicek menggunakan alat saturasi oksigen dari bidan setempat. Pada alat saturasi oksigen itu angka yang muncul turun naik.
"Kata bidannya ayah saya masih koma. Tetapi kami memang diminta ke rumah sakit kalau mau mendiagnosis secara valid," ujarnya.
Pukul 20.00 WIB
Beberapa pihak keluarganya datang ke rumah. Kemudian mereka berdiskusi.
"Sekitar pukul 21.00 WIB kedua tangan ayah sudah kaku tidak bisa ditekuk seperti beberapa jam sebelumnya," ucapnya.
Ia menyampaikan, posisi ayahnya saat wafat terlihat sambil tersenyum. Pihaknya sudah mengikhlaskan kepergian ayahnya.
Rabu (3/6)Pukul 09.00 WIB
Suhardi dimakamkan di tempat pemakaman setempat.
"Kami sekeluarga sudah mengikhlaskan. Semoga ayah tenang di sana," ucapnya.





