Asuransi kendaraan bermotor masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan bisnis PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) seiring meningkatnya penjualan kendaraan bermotor yang didorong oleh pembiayaan kredit.
Presiden Direktur Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus, mengatakan segmen asuransi kendaraan bermotor masih memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan. Hingga saat ini, lini bisnis tersebut menyumbang sekitar 35% dari total portofolio pendapatan Asuransi Astra.
“Jadi kami bisa tumbuh walaupun tipis, tapi at least kami tidak terjadi kontraksi untuk asuransi kendaraan bermotor, Asuransi Astra,” ujar Maximiliaan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, pertumbuhan bisnis asuransi otomotif tidak terlepas dari membaiknya penjualan kendaraan bermotor di pasar domestik. Sebagian besar penjualan kendaraan dilakukan melalui skema pembiayaan yang sekaligus disertai perlindungan asuransi.
Baca Juga: Asuransi Astra Blak-blakan Soal Dampak Pelemahan Rupiah
Baca Juga: Astra Serahkan Rumah Layak Huni dan Luncurkan EcoBiz Desa Sejahtera Astra di Garut
Kondisi tersebut membuat peningkatan penjualan kendaraan turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales pada April 2026 mencapai 80.776 unit atau meningkat sekitar 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp4,10 triliun atau tumbuh 9,97% secara tahunan.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Asuransi Astra tetap berupaya memperluas sumber pertumbuhan melalui strategi diversifikasi bisnis. Namun, perusahaan menegaskan fokus pengembangan saat ini masih diarahkan pada pertumbuhan organik dengan memaksimalkan peluang dari lini bisnis yang sudah berjalan.
Pada kesempatan yang sama, Maximiliaan mengatakan peluang ekspansi masih terbuka di sejumlah segmen, termasuk asuransi kendaraan bermotor, asuransi komersial, dan asuransi kesehatan.
Baca Juga: Produk Unit Link Laris Manis di Tengah Penurunan Premi Asuransi Tradisional
Baca Juga: Inflasi Medis dan Kurs Dorong Klaim Asuransi Jiwa Membesar
Dari sisi kinerja keuangan, Asuransi Astra mencatat pendapatan premi bruto sebesar Rp3,66 triliun hingga April 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,36 triliun.
Sementara itu, beban klaim tercatat mencapai Rp1,37 triliun, naik dibandingkan April 2025 yang sebesar Rp1,28 triliun. Kenaikan premi dan klaim tersebut mencerminkan masih aktifnya aktivitas bisnis perusahaan di tengah pertumbuhan industri otomotif nasional yang mulai menunjukkan pemulihan.





