Memasuki usia ke-43 tahun, Suara Surabaya (SS) Media menggelar serangkaian kegiatan denga mengusung semangat baru melalui tagline “Nyala Terus” selama sebulan penuh.
Adit Jufriansyah Ketua Penyiar sekaligus Ketua Pelaksana Rangkaian HUT ke-43 Suara Surabaya mengatakan konsep perayaan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni tetap mengedepankan kesederhanaan dan keintiman, mempererat hubungan dengan kru, mitra bisnis, komunitas, pendengar dan masyarakat luas.
“Tidak jauh-jauh dari sebelum-sebelumnya di perayaan atau peringatan kami yang sebelum-sebelumnya. Di ulang tahun kali ini tidak jauh dari kesederhanaan, tidak jauh dari keintiman antar SDM di dalam Suara Surabaya, kawan atau pendengar, maupun juga pihak mitra kami,” ujar Adit kepada suarasurabaya.net, Kamis (4/6/2026).
Menurut Adit, pemilihan tagline “Nyala Terus” menjadi refleksi semangat Suara Surabaya yang berbasis radio, untuk terus bertahan dan beradaptasi di tengah perubahan industri media yang sangat dinamis.
Ia menyinggung kondisi sejumlah radio legendaris di Indonesia yang terpaksa menghentikan siaran atau mengalami penurunan aktivitas ,akibat perubahan pola konsumsi media masyarakat.
“Tagline ini kami putuskan untuk bisa jadi gaung di tahun ke-43 ini. Karena gini kita melihat kondisi bagaimana situasi di dunia kreatif khususnya di industri radio yang, ya kita baru tahu ya ada saudara kita di Bandung ya Hardrock ya itu akhirnya sesudah sekian puluh tahun 20 tahun kalau enggak salah mengudara, itu mengakhiri siarannya akhirnya,” ungkapnya.
Adapun berdasarkan agenda resmi HUT ke-43 Suara Surabaya “Nyala Terus”, rangkaian kegiatan dimulai dengan Padel Terus!! yang telah berlangsung pada 25-29 Mei 2026 bersama para mitra dan komunitas.
Selanjutnya pada 2 Juni 2026, Suara Surabaya menggelar “Jualan Terus!!”, sebuah sesi live TikTok melalui SS Shop yang menawarkan merchandise eksklusif hasil karya internal Suara Surabaya.
Selanjutnya Program sosial “SS Berbagi Terus!!” yang berlangsung pada 6-15 Juni 2026. Kegiatan ini mencakup berbagai aksi sosial, termasuk khitanan massal dan apresiasi bagi pendengar maupun anggota kepolisian yang dinilai memberikan kontribusi kemanusiaan bagi masyarakat.
Salah satu agenda yang paling dinanti yakni “Live Nyala Terus 43 Jam!!” yang digelar pada 9-11 Juni 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perayaan ulang tahun Suara Surabaya, seluruh kru akan melakukan siaran live streaming selama 43 jam tanpa henti melalui kanal YouTube resmi @SuaraSurabayaMedia.
“Kita ada live-nya lah terus selama 43 jam live streaming lewat YouTube. Lewat YouTube kita live streaming 43 jam kita enggak berhenti di channel Suara Surabaya Media. Kurang lebih dari tanggal 10 dari tanggal sori dari tanggal 9 malam bahkan,” paparnya.
Siaran maraton itu akan diisi beragam konten, mulai dari kuliner malam, bincang santai bersama penyiar dan klien, khataman Al-Qur’an, penampilan Suara Surabaya Singing Hub, hingga sesi berbagi tips masuk perguruan tinggi.
Pada 13 Juni 2026, Suara Surabaya juga menggelar “Bal-balan Terus!!”, pertandingan mini soccer yang mempertemukan tim internal, komunitas, dan para mitra.
Keesokan harinya, 14 Juni 2026, digelar “Sehat Terus!!” berupa kegiatan gowes dan lari santai dengan rute sekitar tujuh kilometer di kawasan Suara Surabaya Center, lengkap dengan layanan pemeriksaan kesehatan.
Agenda sosial berlanjut pada 20 Juni 2026 melalui kegiatan Khitan dan Donor Darah yang terbuka bagi masyarakat.
Sementara pada 27 Juni 2026, terdapat dua kegiatan penutup yakni “Belajar Terus!!” bersama Suara Surabaya Academy dan malam apresiasi “Memorabilia Ngerock Terus!!” yang menjadi puncak rangkaian HUT ke-43 Suara Surabaya.
Selain itu, seluruh kru juga dijadwalkan melakukan napak tilas ke kantor lama serta berziarah ke makam para tokoh pendiri dan mantan pimpinan Suara Surabaya, termasuk mendiang Soetojo Soekomiharjo dan Erol Jonathans.
Adapun lewat semangat “Nyala Terus”, Suara Surabaya berharap tetap menjadi media yang relevan, dekat dengan masyarakat, dan terus menyala melayani publik di usia ke-43 tahun. Adit menegaskan, kunci agar radio tetap hidup adalah kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan audiens.
“Kita dengan berupaya untuk bisa terus relevan di setiap zaman. Kita terus beradaptasi dengan kondisi yang ada, teknologi yang sedang berkembang, kita upayakan dengan dengan segala daya kita, kita upayakan dengan supaya ‘Nyala Terus’ tadi. Karena kami percaya kalau radio itu hidup karena orang-orang di dalamnya gitu ya,” tutupnya. (bil/ham)



