JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta aduan kekerasan terhadap perempuan dan anak direspons secara cepat.
Pramono pun memberikan batas waktu penanganan awal maksimal dalam satu kali 24 jam.
BACA JUGA:Sebelum Perkara TaniHub, Nicko Widjaja Pernah Membawa Realized Profit Rp 815 Miliar untuk BUMN
Hal ini ditegaskan Pramono usai penandatanganan kesepakatan lintas instansi dalam Program Percontohan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak yang berlangsung di Ruang Pola Benyamin Sueb, Graha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.
“Yang penting adalah apa yang menjadi kesepakatan, yang pertama adalah target untuk penanganan awal maksimal 1x24 jam dari pengaduan itu bisa tertangani kalau nanti di Jakarta ini sudah dijalankan,” kata Pramono.
Sebagai informasi, Jakarta memiliki sejumlah kanal pengaduan gratis terkait perlindungan perempuan dan anak, di antaranya Hotline 24 Jam PPPA, Call Center 112, 44 Pos SAPA di RPTRA, serta situs PUSPA.
BACA JUGA:Pramono Anung Perpanjang LRT Jakarta Velodrome-Manggarai hingga Dukuh Atas
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta melalui Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak mencatat terdapat 2.041 korban pada 2024 dan meningkat menjadi 2.269 korban pada 2025.
Sementara hingga 1 Juni 2026, jumlah korban kekerasan perempuan dan anak tercatat sekitar 990 orang.
Di sisi lain, Pramono mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Jakarta sebagai daerah percontohan program tersebut.
BACA JUGA:Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru
Menurut dia, amanah itu harus dijalankan optimal dengan memastikan penanganan awal dilakukan maksimal 24 jam sejak pengaduan diterima.
“Yang tidak kalah penting adalah integrasi layanan secara menyeluruh agar pelayanan berjalan utuh, didukung digitalisasi sistem, serta keberlanjutan pendampingan bagi korban yang membutuhkan,” ujarnya.
Pramono mengatakan, program tersebut relevan bagi Jakarta karena kasus yang melibatkan perempuan dan anak masih menjadi perhatian.
Pramono berharap program tersebut menjadi langkah strategis untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak.
- 1
- 2
- »





