Prabowo Punya Proyek 100 Giga Watt PLTS, Bakal Diserap ke Mana?

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung atau Floating Solar PV Cirata berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) seluas 200 hektare. PLTS ini dibangun di atas Waduk Cirata dan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. (Dok: PT PLN (Persero))

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan penyerap listrik yang dihasilkan dari rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kapasitas total 100 Giga Watt (GW) dalam 3 tahun mendatang. Program jumbo itu sendiri merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah akan menciptakan permintaan (demand creation) di Tanah Air. Program percepatan PLTS itu juga akan disinergikan dengan program industrialisasi dan transisi energi nasional.

Baca: Produksi Listrik RI Tembus 165,51 Terra Watt Hours, Ini Rinciannya

"Yang terakhir adalah demand creation. Jadi pada saat kita menerapkan 100 GW PLTS itu yang tersebar di berbagai daerah nantinya, kita pun juga harus menghadirkan program hilirisasi untuk meningkatkan demand kelistrikannya menggunakan kendaraan listrik, melakukan konversi kendaraan listrik, juga mendorong peningkatan penggunaan kompor listrik," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).


Pemerintah menargetkan pengembangan penyerap listrik PLTS tersebut mulai dipercepat pada tahun 2027 mendatang. Strateginya mencakup upaya akselerasi penggunaan kendaraan listrik serta pemanfaatan peralatan rumah tangga listrik.

"Dan ini menjadi program yang akan dilakukan juga di tahun 2027 nanti," tegas Eniya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong program dedieselisasi yang mengombinasikan PLTS dengan sistem baterai untuk menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

"Di dalamnya kami juga melakukan kolaborasi dengan Kementerian PU untuk pengembangan PLTS terapung dan PLTA. PLTS apung merupakan salah satu upaya kita untuk merealisasikan PLTS 100 GW. Selain itu PLTS off-grid juga menjadi komponen yang bisa mendukung realisasi 100 GW," tambahnya.

Baca: 10.068 Wilayah RI Ini Belum Teraliri Listrik, Ini Paling Banyak

Dalam mencapai target implementasi PLTS itu, pemerintah tengah memfinalisasi regulasi dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) dan melakukan revisi terkait harga energi baru terbarukan. Hal ini ditujukan untuk mempermudah proses bisnis dan menarik investasi swasta dalam jumlah besar guna mencapai target bauran energi nasional.

"Strategi yang dibangun pemerintah saat ini untuk menghadapi tantangan kondisi geopolitik global, kami menargetkan untuk 2026 ini di range capaian EBT adalah 17-21%," tutupnya.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Tarik Ulur Insentif EV 2026,Produsen Minta Kepastian Pemerintah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Surya Pertiwi (SPTO) Update Jadwal Pembagian Dividen Final, Nilainya Rp94,5 Miliar
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
ICOSEG 2026 di Undip Bahas Pembangunan Berkelanjutan
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Saham Kota Satu Properti (SATU) Masuk Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Wakil Menteri, Kakanim Jakbar, Kakanwil Jabar: Para Tersangka KPK Kasus Imigrasi
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Jaga Rupiah, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi di Pasar Valas
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.