REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berada di ujung tanduk. Usia pemakaian tempat pembuangan sampah dari wilayah Bandung Raya itu diprediksi hanya mampu bertahan hingga Oktober mendatang.
Kondisi kritis itu terungkap setelah Pemprov Jabar menghitung ulang kekuatan daya tampung sampah di area perluasan atau zona 5 yang ternyata hanya cukup untuk enam bulan ke depan. Usianya melenceng dari perencanaan detail engineering design (DED) yang semula diperkirakan cukup untuk dua tahun.
Baca Juga
Sampah Tembus 1.700 Ton per Hari, TPA Sarimukti Kritis
Ratusan Ton Sampah di Kota Cimahi tak Terangkut ke TPA Sarimukti
Pengelolaan TPA Sarimukti Bertransformasi ke PSEL, MQ Iswara: Solusi Jangka Panjang
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Arief Perdana mengatakan, sesuai instruksi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan KBB wajib memaksimalkan pengelolaan sampah di wilayahnya masing-masing. "Pak Gubernur menyarankan agar kabupaten dan kota melakukan upaya ekstra. Kalau hanya mengandalkan Sarimukti terus, buktinya hanya bisa bertahan sampai Oktober 2026. Jadi memang harus ada upaya untuk mengurangi sampah dari sumbernya," imbuh Arief saat dihubungi, Kamis (4/6/2026). .rec-desc {padding: 7px !important;} Pihaknya pun sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi penuhnya TPA Sarimukti setelah Oktober nanti. Termasuk memanfaatkan kembali zona 3 dan 4 yang sudah dinonaktifkan. Namun eksekusinya akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. "Untuk langkah selanjutnya, sebenarnya kita sudah menyusun beberapa perencanaan. Namun pelaksanaannya tergantung pada ketersediaan anggaran. Kita sudah menggeser beberapa anggaran agar fokus ke Sarimukti," kata Arief Namun, dia meminta wilayah Bandung Raya tidak nenggantungkan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti yang kondisinya sudah kritis. Secara visual, kata Arief, zona 5 seluas 6,3 hektare di TPA Sarimukti saat ini sudah nyaris penuh. "Kalau ditanya kondisi Sarimukti sekarang, secara visual memang sudah hampir penuh. Meskipun dari hitungan angka mungkin baru sekitar 30 sampai 40 persen, tetapi karena faktor pemadatan yang tidak optimal, secara visual sudah terlihat seperti 90 persen terisi," ungkap dia.