Jakarta, VIVA – Hubungan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi sorotan publik, setelah rangkaian pernyataan di media sosial memunculkan kembali pembahasan mengenai masa lalu keduanya. Di tengah derasnya perhatian warganet, isu lama yang berkaitan dengan perjalanan hidup dan dinamika rumah tangga mereka kembali diangkat ke permukaan.
Polemik bermula ketika Sarwendah disebut menanggapi soal nafkah dalam sebuah siaran langsung di media sosial bersama kekasihnya, Giorgio Antonio. Respons tersebut kemudian memicu reaksi lanjutan dari Ruben Onsu yang dinilai menyinggung kembali perjalanan hidup masa lalu serta peran dirinya dalam membantu seseorang saat berada di titik terendah.
Ungkapan tersebut disampaikan Ruben melalui unggahan di platform Threads pribadinya, yang langsung menyita perhatian publik. Dalam unggahan tersebut, Ruben menuliskan pernyataan yang cukup emosional dan dianggap berkaitan dengan pengalaman pribadinya di masa lalu bersama sang mantan istri.
Ia menyinggung soal bantuan dan pengorbanan yang pernah dilakukannya. "Jika ada rezekiku yang pernah kau nikmati dan ada kebaikanku yang pernah membantumu dan itu dilupakan, tidak apa-apa," kata Ruben, sebagaimana dikutip pada Jumat, 5 Juni 2026.
"Saya tetap bangga menjadi orang yang dihina dan diremehkan, pernah mengangkatnya dari tumpukkan lumpur, menyiram dan merawatnya dengan keringatku," tulis Ruben.
Pernyataan tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan luas karena dianggap membuka kembali masa lalu Sarwendah dalam hubungan mereka. Istilah “angkat dari lumpur” yang digunakan Ruben memicu berbagai interpretasi dari publik, terutama terkait dinamika hubungan rumah tangga mereka yang telah berakhir.
Tak berhenti di situ, Ruben juga menambahkan harapan agar pihak terkait dapat lebih berhati-hati dalam berbicara di ruang publik. Ia menyinggung pentingnya menjaga ucapan agar tidak melukai perasaan orang lain. Dalam unggahan yang sama, ia menulis:
"Semoga bisa mengingatnya dan menjaga lisannya," tambah Ruben.
Sebelumnya, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyampaikan bahwa kliennya sempat menghentikan pemberian nafkah anak sebesar Rp225 juta per bulan. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk protes karena Ruben merasa kesulitan untuk bertemu dengan anak-anaknya.





