BMKG: 28,6 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Suhu Panas Capai Lebih dari 35 Deraja

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasimusim kemarau (Sumber: Envato by stevanovicigor)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa perkembangan musim kemarau di Indonesia terus meluas.

Berdasarkan analisis terkini di laman bmkg.go.id, sebanyak 28,6 persen wilayah zona musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau, dengan dominasi wilayah berada di bagian selatan Indonesia.

Pihak BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke sebagian wilayah Indonesia.

Dampaknya, pembentukan awan berkurang terutama pada pagi hingga siang hari sehingga penyinaran matahari ke permukaan bumi menjadi lebih optimal dan menyebabkan peningkatan suhu udara di sejumlah daerah.

Baca Juga: BMKG Jelaskan Mengapa Hujan Masih Turun meski Indonesia Sudah Memasuki Musim Kemarau

Pada periode 1–3 Juni 2026, suhu maksimum lebih dari 35,0 derajat Celsius tercatat di sejumlah wilayah, yakni Sumatra Utara, Riau, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau tidak berarti hujan akan hilang sepenuhnya. Hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di Indonesia bagian utara.

Berdasarkan data pengamatan, curah hujan tertinggi tercatat di:

  • Sumatera Utara: 73,3 mm/hari.
  • Papua Tengah: 72,8 mm/hari.
  • Kalimantan Tengah: 61,6 mm/hari.
  • Bangka Belitung: 60,0 mm/hari.
  • Kalimantan Utara: 57,4 mm/hari.
  • Papua Barat: 57,1 mm/hari.

Selain itu BMKG menyebut hujan signifikan tersebut dipicu oleh sejumlah dinamika atmosfer yang masih aktif dan mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Secara spasial, aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di sebagian wilayah Pulau Sumatra, Pulau Jawa, serta Kalimantan bagian barat dan selatan. Kedua fenomena ini berperan dalam meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : bmkg.go.id

Tag
  • bmkg
  • musim kemarau
  • suhu panas
  • indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mensesneg Prasetyo Hadi Pastikan Purbaya Yudhi Sadewa Tidak Mundur
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Dua Haji Asal Kota Malang Meninggal dalam Perjalanan Pulang ke Tanah Air
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wuling Uji Kemampuan Eksion PHEV Lewat Perjalanan Lebih dari 550 Km Menuju Yogyakarta
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Jelang Sidang Putusan, Immanuel Ebenezer Terima Wayang Bima dari Pendukung
• 23 jam laludetik.com
thumb
Saham Kota Satu Properti (SATU) Masuk Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.