JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Anis Matta memberikan jawabannya ketika ditanyai hasil kunjungan ke luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikannya saat membahas kritik yang menganggap Presiden Prabowo Subianto terlalu sering melakukan perjalanan ke luar negeri.
"Terlibat dalam proses transisi global ini, dan sekarang orang melihat semuanya bahwa kehadiran Indonesia dalam proses transisi global ini, itu terasa kehadiran Indonesia di situ," ujar Anis dalam program Rosi KompasTV yang tayang Kamis (4/6/2026) malam.
Menurutnya, saat ini sistem dunia sedang berubah secara terus-menerus dan menuntut penyesuaian strategis.
Wamenlu Anis menilai, pada dasarnya setiap negara di dunia sekarang ini sedang menghadapi situasi yang sama, yaitu situasi survival atau bertahan hidup.
Baca Juga: Menlu Jawab Kritik Dino Patti Djalal soal Frekuensi Kunker Prabowo ke Luar Negeri
Mode survival itulah yang menurutnya menjadi dasar dari kebijakan politik luar negeri Presiden.
Ia juga memandang Presiden Prabowo memulai masa kepemimpinannya ketika dunia tengah menghadapi berbagai krisis.
Wamenlu menilai, membangun hubungan dengan para pemimpin dunia menjadi hal yang penting bagi Presiden Prabowo.
"Dalam situasi ini saya kira, apa yang dipikirkan oleh Presiden, yang pertama adalah strong presence, kehadiran yang kuat, memang harus high profile," ucapnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- wamenlu
- anis matta
- presiden
- prabowo subianto
- kunjungan ke luar negeri
- luar negeri





