jakarta.jpnn.com - Ratusan massa dari Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (PP HIMMAH) menggelar demonstrasi di depan kantor pusat PT PLN, Jakarta, Kamis (3/6).
Mereka menuntut pertanggungjawaban PLN atas pemadaman total (blackout) di Sumatra.
BACA JUGA: Dasco Sebut Keputusan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Gantikan Dadan Hindayana Tepat
“Pemadaman listrik yang menutup seluruh Sumatera selama dua hari adalah bukti kegagalan fatal pimpinan PLN,” kata Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution.
Abdul Razak juga mendesak pimpinan PLN menunjukkan integritas ketika memegang kendali perusahaan.
BACA JUGA: Megawati Bertemu Prabowo, Hasto: Momentum Bahas Masa Depan Negara
“Kepemimpinan yang mencederai kepercayaan publik tidak berhak memimpin PLN,” ujar Abdul Razak.
Sekretaris Jenderal PP HIMMAH Sukri Soleh Sitorus menyoroti dampak dahsyat yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman listrik selama dua hari di Sumatra.
BACA JUGA: Relasi Ungkap Strategi Prabowo–Gibran: Pendidikan, Gizi, dan Ekonomi Jadi Prioritas
Menurutnya, kerugian yang dialami tidak hanya bersifat materi, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan sosial dan keamanan.
“Dua hari tanpa listrik membuat roda ekonomi Sumatra lumpuh total,” ujar Sukri.
Sukri menjelaskan blackout menyebabkan pelaku usaha mengalami kerugian.
“Usaha mikro dan industri gulung tikar sementara, barang elektronik rusak akibat aliran listrik yang tidak stabil,” ujarnya.
Selain itu, Sukri menilai pelayanan publik terganggu akibat blackout.
“Fasilitas vital seperti rumah sakit dan sekolah lumpuh. Kerugian ini tak terhitung nilainya,” ujar Sukri.
Menurut dia, permintaan maaf dari PLN kepada masyarakat tidak cukup.
“Pelanggan saja telat bayar listrik langsung diputus. Wajar jika masyarakat menuntut PLN bertanggung jawab penuh dan memberikan ganti rugi kepada semua pihak yang dirugikan akibat kegagalan sistem ini,” tegas Sukri. (*)
Redaktur & Reporter : Ragil




