TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sejumlah orang dari dua kelompok terlibat aksi saling dorong di kompleks Yayasan Madrasah Pembangunan, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (4/6/2026).
Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra mengatakan, kejadian tersebut melibatkan pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Madrasah Pembangunan.
Peristiwa itu pertama kali dilaporkan warga pada pukul 10.30 WIB.
Baca juga: Jakarta Terjebak Warisan Belanda, Transportasi Umum Sulit Jadi Pilihan Utama
"Dari jam setengah sebelas (10.30 WIB) kami menerima laporan dari masyarakat melalui 110 terkait adanya keramaian di lokasi," ujar Galuh saat dihubungi Kompas.com melalui WhatsApp, Kamis.
Menurut dia, pihaknya yang tiba di lokasi mendapati sekelompok orang telah berkumpul di area Yayasan Madrasah Pembangunan.
Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah orang yang berada di lokasi terus bertambah.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat situasi memanas pada siang hari, sekitar pukul 12.30 WIB.
Saat itu, aksi saling dorong terjadi di area gerbang masuk Madrasah Pembangunan hingga merobohkan pagar besi.
"Pagarnya lepas dari relnya dan roboh. Tapi sudah diperbaiki lagi," kata Galuh.
Untuk mengantisipasi kericuhan yang lebih besar, Polsek Pamulang meminta bantuan personel dari Polres Tangerang Selatan.
Baca juga: Dugaan Makar Jerat Saiful Mujani, Kuasa Hukum Minta Polisi Hentikan Penyelidikan
Galuh mengatakan, penambahan personel dilakukan karena polisi khawatir muncul pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dan memicu bentrokan.
"Kami khawatir ada provokator atau hal-hal yang tidak diinginkan sehingga situasi semakin memanas," jelas dia.
Menurut Galuh, pihak yang datang ke lokasi bukan mahasiswa dan berkaitan dengan masalah sengketa.
Namun, ia enggan menjelaskan lebih jauh mengenai pokok persoalan yang melatarbelakangi keramaian tersebut karena sengketa yang terjadi masih berproses.
"Kami hanya mengamankan agar tidak terjadi keributan. Untuk substansi permasalahannya, yang lebih mengetahui adalah pihak-pihak yang bersengketa," kata Galuh.