IHSG Dibuka Melemah Tipis ke 5.833, Saham BBCA, BREN & BMRI Kompak Merah

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melemah dalam perdagangan Jumat (5/6/2026). Sejumlah saham big caps yang melemah menjadi penghambat laju indeks komposit pagi ini antara lain adalah BBCA, BREN sampai BMRI.

Melansir IDX Mobile pukul 09.00 WIB, IHSG melemah 0,10% atau 5,85 poin ke 5.833,93. Sebanyak 209 saham dibuka melemah, 205 menguat, dan 545 saham dibuka stagnan.

Pasar mengawali sesi dengan transaksi sebesar 661 juta saham senilai Rp795,4 miliar. Kapitalisasi pasar di pembukaan perdagangan kali ini mencapai Rp10.263 triliun.

Dari daftar saham ber-market cap terbesar, mayoritas mengalami koreksi. Saham BBCA dibuka melemah 1,84% ke Rp5.325, saham BREN turun 0,25% ke Rp3.990, BMRI melemah 1,26% ke Rp3.920, dan ASII yang dibuka turun 0,86% ke Rp4.590.

Di sisi lain, saham big caps yang tetap dibuka di zona hijau antara lain adalah saham AMMN yang naik 2,29% ke Rp3.580, BRPT menguat 1,55% ke Rp1.640, serta saham DSSA  yang dibuka naik 3,73% ke Rp695.

Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di kisaran level resistance 5.900 dan support di 5.700. Adapun, pada perdagangan Kamis (4/6), pelemahan IHSG dibarengi dengan tekanan jual yang dipicu ketidakpastian yang tinggi serta rendahnya kepercayaan investor. 

Baca Juga

  • IHSG Diproyeksi Masih Melemah, Saham ADMR hingga MAPI Bisa Dipantau
  • Mencari 'Keran Bocor' yang Lemahkan IHSG dan Rupiah walau Intervensi Digencarkan
  • IHSG Ambles, Kapitalisasi Pasar Menguap Rp5.730 Triliun sejak Awal 2026

"Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk Death Cross. Meskipun pelemahan IHSG berkurang dari level terendah hariannya, namun diperkirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif cenderung melemah dan menguji support di 5.700-5.800," tulis analis dalam riset hariannya, Jumat (5/6/2026).

Di tengah krisis kepercayaan global, Indonesia sedang menjalankan transformasi pasar modal, yang salah satunya adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam perkembangan terbaru, DPR telah mengesahkan RUU tentang Perubahan atas UU No.4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi Undang-Undang (UU), yang merupakan kelanjutan dari reformasi besar sektor keuangan Indonesia.

Adanya UU ini memperkuat mandat OJK dan pengaturan pasar modal, termasuk rencana demutualisasi BEI dan peningkatan integritas transaksi. 

"Dengan diterapkannya UU tersebut, diharapkan likuiditas pasar juga akan berpotensi meningkat, seiring dengan perluasan peran bank di pasar modal, penguatan lembaga keuangan dan instrumen pasar, serta produk pasar modal yang makin beragam. Transparansi dan tata kelola diperketat serta perlindungan investor diharapkan menjadi lebih kuat," tulis sekuritas.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Makassar Terima Aset PIP, Pengembangan Stadion Untia Makin Matang
• 6 jam laluterkini.id
thumb
FP1 Moto3 Hungaria 2026: Pertama Kali Veda Ega Pratama Paling Buncit, Apa yang Terjadi?
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Pertumbuhan Kredit Capai 9,98 Persen hingga April 2026, NPL Naik Tipis dan LaR Turun
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
WSBP Bangun Gedung Praktikum dan Riset di Universitas Khairun Ternate
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Daftar 45 Kelurahan di Jakarta yang Pasokan Air PAM Dihentikan Sementara 5-6 Juni 2026
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.