Profil Chatib Basri, Eks Menteri Keuangan Era SBY yang Dikaitkan dengan Jabatan Menkeu Purbaya, Begini Kata Istana

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Profil Chatib Basri, eks Menteri Keuangan era SBY yang dikaitkan dengan jabatan Menkeu Pubaya. Begini penjelasan dari pihak istana.

Isu reshuffle atau perombakan kabinet baru-baru ini muncul di masyarakat. Di tengah melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS, nama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa disebut-sebut menjadi kandidat yang akan diganti.

Nama lain yang muncul yaitu ada Chatib Basri yang digadang-gadang akan masuk parlemen dan menduduki kursi menteri keuangan. Setelah isu ini berkembang, Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kemudian memberikan klarifikasi.

Dia mengatakan bahwa Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak akan mundur dari jabatannya seperti pemberitaan yang beredar. Prasetyo juga membantah akan adanya perombakan kabinet dalam waktu dekat.

"Enggak ada, enggak ada. Jadi enggak ada, enggak ada rencana itu, belum ada rencana itu," ujar Prasetyo, dilansir dari Kompas.com.

Perwakilan istana itu mengatakan bahwa pada Kamis (4/6/2026) sore, Purbaya sendiri sudah menyampaikan bahwa dirinya tidak diganti dari posisi Menteri Keuangan. Prasetyo menuturkan, di tengah kondisi pelemahan rupiah saat ini, pemerintah justru memerlukan koordinasi yang intens antara lembaga-lembaga pemangku kepentingan.

"Yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi," tegasnya.

Selanjutnya, Prasetyo menuturkan bahwa pemerintah akan terus memonitor pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang telah menembus Rp 18.000 per dolar AS. Meski begitu, dia mengklaim fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat di tengah pelemahan rupiah, dan hal ini tergambar dari angka pertumbuhan ekonomi serta inflasi yang dinilai masih terjaga.

"Tetapi yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat gitu," kata Prasetyo.

Sementara itu, tentang pelemahan nilai rupiah terhadap dolar AS, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah menjaga fondasi ekonomi agar tetap kuat. Menurutnya, nilai tukar pada akhirnya akan mencerminkan kondisi fundamental ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

"Kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi saja. Supaya ekonominya berjalan terus semakin cepat. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya," ujar Purbaya.

 

Selanjutnya, di tengah isu pelemahan rupiah terhadap dolar AS hingga reshuffle Menkeu Purbaya, berikut ada profil Chatib Basri, ekonom senior yang baru-baru ini jadi perbincangan warganet. Chatib Basri atau Muhammad Chatib Basri merupakan pria yang lahir di Jakarta, pada 22 Agustus 1965.

Dia merupakan anak dari pasangan Chairul Basri dan Nurbianti dan dikenal sebagai seorang peneliti, ekonom, sekaligus dosen. Ayah Chatib Basri diketahui berasal dari Rao, Pasaman, Sumatra Barat, dan merupakan kakak dari sastrawan Asrul Sani.

Melansir dari Tribun-Medan.com, dalam hal pendidikan, Chatib Basri diketahui pernah berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1992. Dia lalu melanjutkan studi dan mendapat gelar Master of Economic Development pada 1996 serta Doctor of Philosophy (Ph.D) bidang ekonomi pada 2001 dari The Australian National University.

Dalam hal karier, Basri disebut pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sejak Februari 2020 dan Presiden Komisari PT XL Axiata Tbk di tahun yang sama. Dia juga pemilik firma konsultan riset yang berbasis di Jakarta, CReco Research, serta aktif menjadi dosen senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI.

Selain itu, Chatib Basri ternyata juga merupakan anggota dewan penasihan internasional, seperti Dewan Penasihat Bank Dunia terkait gender dan pembangunan, Kelompok Pakar Tingkat Tinggi Independen mengenai iklim keuangan untuk COP27 dan COP28, serta Dewan Penasihat di Pusat Analisis Makroekonomi Terapan The Australian National University. Kariernya di pemerintahan dimulai sebagai Anggota Tim Penasihat Tim Nasional untuk Perundingan Perdagangan Internasional Indonesia (2005-2012).

Berikutnya, dia menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan (2006-2010), Wakil Menteri Keuangan untuk G20 (2006-2010), dan Sherpa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 (November 2008). Basri lalu ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Presiden RI (2010-2012), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012-2013.

Terakhir, Chatib Basri juga pernah menjadi Menteri Keuangan Indonesia untuk periode tahun 2013 hingga 2014. Di tahun 2024, Presiden Prabowo Subianto sempat melantiknya sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pergantian Pimpinan BGN: Momentum Memulihkan Kepercayaan Publik melalui Penguatan Tata Kelola MBG
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Kejagung Masih Geledah Sejumlah Lokasi di Jakarta Terkait Kasus MBG
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Kantongi Sejumlah Evaluasi Haji, Layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Jadi Sorotan
• 22 menit lalutvonenews.com
thumb
PNUP Pastikan Pelaksanaan UTBK SM-KPN 2026 Lancar dan Berintegritas dengan Persiapan Matang
• 4 jam laluharianfajar
thumb
NATO gelar latihan BALTOPS 26 di dekat perbatasan Rusia
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.