Awardee Pascasarjana Diajak Berkontribusi dalam Riset Perzakatan Nasional

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memperkuat peran penerima Beasiswa Pascasarjana atau awardee dalam pengembangan ekosistem zakat nasional melalui kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Studi Beasiswa Pascasarjana yang digelar di Jakarta, Kamis (4/6).

Kegiatan bertema “Penguatan Kolaborasi dan Peran Riset Filantropi untuk Pengembangan Ekosistem Zakat Nasional” tersebut menjadi wadah bagi para awardee untuk memperkuat kolaborasi riset sekaligus menghasilkan rekomendasi yang mendukung penguatan pengelolaan zakat di Indonesia.

BACA JUGA: Zakat Dinilai Menjadi Fondasi Kebangkitan Ilmu dan Peradaban Islam

Dalam kesempatan tersebut, Idy Muzayyad menegaskan bahwa riset harus mampu menjadi instrumen yang memperkuat ekosistem zakat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut dia, hasil penelitian para penerima beasiswa perlu terhubung dengan praktik pengelolaan zakat sehingga dapat menjadi dasar inovasi program serta perbaikan kebijakan di sektor perzakatan.

BACA JUGA: Sinergi Program Sosial dan Zakat Didorong untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

“Program-program zakat harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Karena itu, hasil riset para mahasiswa pascasarjana perlu mampu memberikan rekomendasi yang dapat memperkuat efektivitas program dan memperluas dampaknya bagi masyarakat,” ujar Idy.

Dia menjelaskan, berbagai program pemberdayaan yang dijalankan Baznas membutuhkan dukungan riset berbasis bukti yang mampu menghadirkan solusi dan pendekatan baru. Temuan dari penelitian magister maupun doktoral, lanjutnya, tidak boleh berhenti sebagai karya akademik semata.

BACA JUGA: Integrasi Program Zakat Diperkuat untuk Kesejahteraan Desa

Selain itu, Idy menekankan pentingnya memperkuat literasi dan publikasi zakat melalui hasil penelitian para awardee. Menurutnya, karya riset yang berkualitas perlu dikurasi dan disebarluaskan agar dapat menjadi referensi bagi masyarakat, akademisi, serta pengelola zakat.

“Kami membutuhkan lebih banyak referensi dan publikasi yang berkualitas untuk memperkuat literasi zakat. Hasil-hasil riset yang baik harus diterbitkan dan dimanfaatkan sebagai bahan edukasi masyarakat sekaligus dasar pengembangan inovasi pengelolaan zakat,” katanya.

Sementara itu, Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, mengajak seluruh penerima beasiswa untuk terlibat aktif dalam pengembangan riset payung nasional yang tengah dibangun Baznas.

Menurutnya, riset tersebut akan menghubungkan tesis, disertasi, artikel ilmiah, dan policy paper dalam satu agenda besar yang terarah melalui empat klaster utama, yakni tata kelola, pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan ZIS-DSKL guna memperkuat basis pengetahuan serta menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pengembangan ekosistem zakat nasional. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Deret Keterangan Noel usai Sidang Vonis: Harapan buat KPK sampai Pengingat untuk Presiden Prabowo
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
AI dan Integritas Riset Indonesia
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
John Herdman Ungkap Alasan Pertahankan Muhammad Ferarri di Timnas Indonesia meski Jarang Main di Bhayangkara FC: Potensi Tinggi
• 19 jam lalubola.com
thumb
DPR Jelaskan Danantara Tetap Bisa Terima PMN untuk Tugas Pelayanan Publik
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Mendag Teken Revisi Aturan E-commerce, Ini Poin-Poin Pentingnya
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.