JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran di Jalan Citarum Atas, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, berawal dari api yang berkobar di sebuah warung makan (warteg).
Saksi mata kejadian, Wahid (50), mengatakan, mulanya ia mendengar ledakan saat hendak menjalankan shalat subuh.
"Waktu itu saya mau persiapan jualan. Saya sedang memasak. Kemudian mau shalat subuh," ujar Wahid di lokasi kejadian.
"Kok terdengar ledakan. Kemudian ada yang minta tolong, tolong kebakaran," tuturnya.
Baca juga: Kebakaran di Cideng Jakpus Diduga karena Kompor Gas Meledak
Wahid lantas membuka pintu rumah kontrakannya dan melihat api besar dari rumah tetangganya.
Rumah tersebut sehari-hari juga digunakan sebagai warung makan.
"Apinya besar. Sudah tinggi. Saya langsung ke situ, mau bantu. Tapi pakai air juga sudah tidak bisa karena apinya besar," katanya.
Wahid akhirnya memberitahu soal kebakaran kepada istri dan anaknya.
Baca juga: Lansia 80 Tahun Tewas dalam Kebakaran di Cideng Jakpus, 5 Luka Ringan
Selain itu mereka juga memberitahukan kepada para tetangga lain yang masih ada di dalam rumah.
Para warga kemudian bergegas meninggal rumah masing-masing mencari lokasi aman.
"Habis itu petugas pemadam datang. Pemadaman sampai kondisi sudah terang," tutur Wahid.
Akibat kebakaran itu, rumah kontrakan Wahid hangus terbakar beserta barang-barang perabot dan uang hasil dirinya berjualan gado-gado.
Baca juga: Permukiman Padat Penduduk di Tanah Abang Kebakaran, Kini Sudah Padam
Alat memasak berupa panci, wajan dan kompor juga hangus.
"Yang selamat motor saya, lalu cobek. Motor saya bisa selamat, tapi kuncinya hilang," tutur Wahid.
Pantauan Kompas.com pada Jumat, lokasi kebakaran di Jalan Citarum Atas, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat sudah dipasangi garis polisi.