JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menaikan tarif di sejumlah rute layanan Transjabodetabek.
Penyesuaian tarif tersebut untuk meringankan beban subsidi transportasi yang kian membengkak.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembahasan penyesuaian tarif tersebut akan dilakukan dalam bulan-bulan ini.
BACA JUGA:Harga dan Cara Beli Tiket Jakarta Fair 2026, Dijual Mulai Rp40 Ribu
"Perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar," kata Pramono di Matraman, Jakarta Timur pada jumat, 5 Juni 2026.
Layanan Transjabodetabek yang akan dilakukan penyesuaian tarif salah satunya rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta).
Sekedar iniformasi, saat ini tarif seluruh layanan Transjabodetabek hanya sebesar Rp3.500 per penumpang.
"Kami akan memutuskan beberapa rute bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta tetapi juga Transjabodetabek lainnya," ujar Pramono.
Tambahan informasi, kesempatan sebelumnya, Pramono mengatakan, akan menyesuaikan tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara dengan kisaran Rp10-15 ribu per penumpang.
BACA JUGA:Polisi Duga Kebakaran Dekat Stasiun Tanah Abang Akibat Ledakan Tabung Gas Warkop
Adapun Transjakarta rute Blok M-Bandara Soetta telah diluncurkan oleh Pramono Anung pada 12 Meret 2026.
"Setelah masa evaluasi, tarif akan disesuaikan pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000,” kata Pramono saat meluncurkan Transjabodetabek Blok M-Bandara pada Maret lalu.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin menyebutkan, subsidi Transjabodetabek di tahun 2026, sebesar Rp4,1 miliar.
Sementara untuk besaran subsidi per penumpangnya sambung Budi, sebesar Rp12.258.
"Subsidi transjabodetabek th 2026 Rp401.087.058.387. Subsidi rata-rata perpelanggan Rp12.258," terang Budi.





