Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan telah mengancam Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, melalui istrinya Sara Netanyahu, dalam upaya mencegah serangan Israel terhadap area pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon, beberapa waktu lalu.
Informasi tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (5/6/2026), disampaikan oleh seorang pengusaha Israel bernama Roni Mani dan dilaporkan oleh situs berita berbahasa Ibrani, Walla. Mani mengklaim dirinya menerima informasi itu dari seseorang yang disebutnya sebagai sumber senior Gedung Putih.
Menurut Mani, sumber senior Gedung Putih itu mengungkapkan kontak yang terjadi antara Trump dan Sara Netanyahu.
Mani mengklaim bahwa Trump menghubungi Sara Netanyahu dan mendesak istri PM Israel itu untuk membujuk suaminya agar membatalkan rencana aksi militer di pinggiran selatan Beirut.
"Informasi eksklusif saya, melalui sumber saya di Gedung Putih, mengonfirmasi bahwa Trump menghubungi Sara Netanyahu dan menuntut agar dia menjaga Netanyahu atau dia akan memenjarakannya, mengusir Yair dari Amerika Serikat, dan membekukan aset mereka di sana," klaim Mani, merujuk pada putra Netanyahu, Yair, yang diketahui tinggal di Florida, AS, sejak tahun 2023.
Lebih lanjut, Mani juga mengklaim bahwa Trump menawarkan suaka politik di AS kepada keluarga Netanyahu jika PM Israel itu kalah dalam pemilu mendatang.
Menurut keterangan Mani, Sara Netanyahu kemudian mengkonfrontasi suaminya mengenai masalah tersebut, di mana setelah itu Netanyahu menghubungi Trump dan setuju untuk membatalkan rencana serangan tersebut.
(nvc/ita)





