TBIG Bidik Dana Rp15,1 Triliun Lewat Penerbitan Notes Global

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) berencana menerbitkan surat utang (notes) dalam mata uang asing dengan nilai pokok hingga US$900 juta atau setara Rp15,10 triliun. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk melunasi utang yang jatuh tempo, mempercepat pembayaran pinjaman, hingga mendukung ekspansi usaha.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, nilai penerbitan notes tersebut mencapai 118,7% dari ekuitas perusahaan per akhir 2025 yang sebesar Rp12,73 triliun. Dengan demikian, transaksi tersebut tergolong sebagai transaksi material dan memerlukan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 9 Juni 2026.

Corporate Secretary TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan perseroan berencana menerbitkan notes secara bertahap maupun sekaligus dalam jangka waktu 12 bulan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham.

"Rencana penerbitan notes oleh perseroan dalam mata uang asing dengan jumlah pokok keseluruhan sebanyak-banyaknya setara dengan US$900 juta akan dilaksanakan dalam satu atau beberapa kali penerbitan dalam jangka waktu 12 bulan sejak diperolehnya persetujuan RUPS," ujar Helmy dalam keterbukaan informasi, Jumat (5/6/2026).

Helmy menjelaskan notes tersebut akan ditawarkan secara terbatas kepada investor awal (initial purchasers) dan setelah diterbitkan akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura. Perseroan menargetkan instrumen tersebut memiliki tenor maksimal 10 tahun dengan tingkat bunga tetap paling tinggi 8% per tahun.

Menurut manajemen, langkah pendanaan tersebut bertujuan memperluas dan mendiversifikasi basis kreditur sehingga perusahaan memiliki akses pendanaan yang lebih luas untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.

Baca Juga

  • Daya Tahan Saham Menara TOWR, TBIG, MTEL Cs Saat Pasar Bergejolak
  • Penyebab Jumlah Penyewa TBIG Berkurang saat Unit Menara Bertambah
  • Tower Bersama (TBIG) Cetak Laba Bersih Rp1,42 Triliun sepanjang 2025

Dana hasil penerbitan notes akan diprioritaskan untuk melunasi utang yang jatuh tempo maupun melakukan pembayaran dipercepat atas pinjaman yang dinilai memiliki syarat pembiayaan kurang optimal dibandingkan instrumen baru yang akan diterbitkan.

Selain itu, sebagian dana juga dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan umum perusahaan dan mendukung rencana ekspansi usaha di masa mendatang.

Per akhir Desember 2025, total kewajiban utang TBIG dan entitas anak tercatat mencapai Rp30,73 triliun. Sementara itu, perseroan memiliki pendapatan kontraktual yang masih akan diterima dari pelanggan sebesar Rp35,7 triliun.

Helmy menilai posisi tersebut memberikan ruang yang memadai bagi perusahaan untuk mengelola kewajiban keuangan sekaligus menjaga fleksibilitas pendanaan.

"Pendapatan yang diperoleh dari perjanjian sewa jangka panjang yang berasal dari penyewaan menara memberikan kepastian yang tinggi akan arus pendapatan berulang (recurring revenue) dengan jangka waktu perjanjian sewa menara umumnya 10 tahun," ujar Helmy.

Perseroan juga menegaskan memiliki rekam jejak yang baik dalam pengelolaan utang. Hingga saat ini, TBIG tidak pernah mengalami gagal bayar maupun restrukturisasi utang.

Untuk mengantisipasi risiko fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, perseroan telah menjalankan strategi lindung nilai (hedging). Per 31 Desember 2025, TBIG memiliki 79 kontrak lindung nilai dengan nilai nosional mencapai US$1,2 miliar.

Sebagai informasi, TBIG sebelumnya telah beberapa kali menerbitkan global notes di pasar internasional. Sebagian besar instrumen tersebut telah dilunasi, sementara satu seri global notes senilai US$400 juta masih beredar dan akan jatuh tempo pada Mei 2027.

Manajemen meyakini pengalaman tersebut akan mendukung proses pencatatan notes baru di Bursa Efek Singapura serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap profil pendanaan perseroan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dewi Irawan Galang Dana untuk Pengobatan Tio Pakusadewo
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ada Kabar dari Istana, Said Iqbal Berpeluang Masuk Kabinet Prabowo
• 22 jam laludisway.id
thumb
John Herdman Bertekad Akhiri Puasa Kemenangan Timnas Indonesia atas Oman
• 20 jam lalubola.com
thumb
Harga Emas Pegadaian Galeri 24, Antam dan UBS Hari Ini Masih Turun
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bahas RUU Polri, Komisi III DPR Godok Keterlibatan Anggota Polri di Ormas
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.