TABLOIDBINTANG.COM - Film Nobody Loves Kay resmi tayang di bioskop mulai 4 Juni 2026. Terinspirasi dari perjalanan hidup atlet esports ternama Kairi Rayosdelsol, film ini mengangkat kisah tentang perjuangan, persahabatan, dan ambisi dalam dunia kompetitif esports.
Aktor muda Bima Azriel dipercaya memerankan karakter utama bernama Kay, seorang pro player yang harus menghadapi berbagai rintangan sebelum meraih impiannya.
Film garapan Bernardus Raka ini mengisahkan perjalanan Kay yang tengah berada di titik penting dalam kariernya saat turnamen Mobile Legends tingkat dunia berlangsung.
Di tengah ketegangan kompetisi, Kay justru teringat masa lalu yang penuh perjuangan. Ia mengenang saat impiannya menjadi pemain profesional sering diremehkan dan dianggap tidak realistis oleh orang-orang di sekitarnya.
Dalam perjalanannya, Kay ditemani dua sahabat dekatnya, Ido dan Aurelio. Ketiganya pernah memiliki mimpi yang sama untuk menaklukkan panggung esports dunia bersama-sama.
Namun seiring berjalannya waktu, tekanan kompetisi dan ambisi yang semakin besar membuat hubungan mereka retak. Persahabatan yang dulu begitu erat perlahan berubah menjadi konflik yang sulit diperbaiki.
Situasi semakin berat ketika Kay harus menerima kenyataan pahit dikeluarkan dari tim yang selama ini menjadi rumahnya. Kejadian tersebut membuatnya kehilangan arah dan menjadi sasaran cibiran banyak orang.
Meski berada di titik terendah dalam hidupnya, Kay memilih untuk tidak menyerah. Ia berusaha bangkit dan membuktikan bahwa dirinya masih layak bersaing di level tertinggi.
"Film ini bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi juga tentang perjuangan menemukan jati diri dan bangkit setelah mengalami kegagalan," demikian pesan yang diangkat dalam perjalanan karakter Kay.
Selain Bima Azriel, film Nobody Loves Kay juga dibintangi oleh Rey Bong, Joshia Frederico, Aurora Ribero, serta Ariyo Wahab.
Mengangkat sisi emosional di balik gemerlap dunia esports, Nobody Loves Kay menawarkan kisah inspiratif tentang mimpi, pengorbanan, dan tekad untuk bangkit dari keterpurukan. Film ini menjadi tontonan menarik, tidak hanya bagi penggemar game, tetapi juga penonton yang menyukai drama perjuangan hidup.




