Kebudayaan Dinilai Solusi Tepat Atasi Krisis Kepribadian Bangsa

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Di tengah berbagai tantangan global yang memengaruhi identitas dan karakter generasi muda, penguatan museum dan kebudayaan dinilai menjadi langkah strategis untuk mengatasi krisis kepribadian bangsa. 

Indonesia perlu memperkuat ekosistem permuseuman mulai dari regulasi, pendanaan, kelembagaan hingga partisipasi publik agar museum dapat berfungsi sebagai pusat peradaban dan pembentukan jati diri nasional.

Baca Juga :
Strategi TikTok Dekatkan Segmen Budaya, Seni Klasik dan Pecinta Museum
Pemprov: Perayaan Tatar Sunda Bukan Upaya Mengganti Provinsi Jawa Barat

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana, mengatakan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi X DPR RI bahwa kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan bangsa sebagaimana amanat konstitusi. 

Menurutnya, gagasan kebudayaan telah menjadi ruh dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan dipertegas dalam Pasal 32 UUD 1945 yang menegaskan kewajiban negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia.

“Esensi pembangunan bangsa harus dibangun dari kebudayaan. Museum menjadi institusi yang merumahkan, mengkaji, merawat, dan menyampaikan kekayaan peradaban itu kepada generasi berikutnya. Karena itu, museum memiliki posisi yang sangat strategis,” kata Putu dikutip pada Jumat, 5 Juni 2026.

Saat ini, kata Putu, Indonesia memiliki 516 museum, dengan 373 museum telah terdaftar dan sekitar 289 museum telah menjalani standardisasi dan evaluasi. Selanjutnya, ia melihat kehadiran kembali Direktorat Sejarah dan Permuseuman setelah terbentuknya Kementerian Kebudayaan pada 2024 menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola museum nasional.

Namun, ia mengingatkan sebagian besar museum di Indonesia dikelola oleh swasta, yayasan, dan perorangan yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pendanaan hingga dukungan sarana dan prasarana.

“Banyak tokoh dan masyarakat yang mendonasikan tenaga, pikiran, bahkan hartanya untuk membangun museum agar artefak dan karya budaya bangsa tidak seluruhnya keluar negeri dan tetap bisa dinikmati oleh anak bangsa. Museum dibangun bukan untuk profit, tetapi untuk manfaat dan peradaban,” ujarnya.

Kata dia, museum sebagai rumah bagi artefak dan benda cagar budaya yang menjadi bukti perjalanan sejarah bangsa. “Kalau berbicara tempat menyimpan artefak, tidak ada tempat lain selain museum. Museum adalah rumahnya,” imbuh mantan Anggota DPR RI periode 2019-2024 ini.

Untuk itu, Putu menilai museum perlu dimaknai ulang dalam konteks Indonesia modern. Museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah atau simbol masa lalu, melainkan institusi yang hidup dan berperan dalam membangun karakter bangsa.

Baca Juga :
Prabowo: Museum Marsinah Didirikan untuk Peringati Seorang Pejuang Perempuan bagi Buruh
Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk Jawa Timur
Dipajang di Museum, Mobil Knight Rider Kena Tilang ETLE

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen Sementara Grup A Piala AFF U-19: Indonesia Runner-Up
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jalan Saleh Danasasmita Bogor Ditutup, Warga Diminta Lewat Jalur Ini
• 2 jam lalukompas.com
thumb
4 Pemain Oman yang Wajib Diwaspadai Lini Pertahanan Timnas Indonesia, Nomor Dua Rekan Pratama Arhan
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Bantah Kick-Off Safari Politik, Jokowi Terbang ke Jakarta Malam Ini Demi Tonton Timnas vs Oman
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tanggapi Pledoi Kasus Korupsi Chromebook, JPU: Kita Murni Penegakan Hukum
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.