Demi Sekolah Anak dan Rumah yang Lebih Layak, Ibu Ragaia Terus Melangkah dari Pesisir Sorong

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Di tengah kondisi tersebut, PNM hadir mendekatkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan prasejahtera.

Demi Sekolah Anak dan Rumah yang Lebih Layak, Ibu Ragaia Terus Melangkah dari Pesisir Sorong. (Foto: Doc PNM)

IDXChannel — Di berbagai wilayah pelosok Indonesia, akses terhadap layanan keuangan formal kerap menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan pesisir dan kepulauan di Timur Indonesia. Jarak, biaya transportasi, serta kebutuhan untuk menyeberang pulau kerap membuat layanan keuangan modern belum sepenuhnya mudah dijangkau. Di tengah kondisi tersebut, PNM hadir mendekatkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan prasejahtera, termasuk hingga ke Pulau Arar, Papua Barat Daya. 

Salah satu kisah itu datang dari Ibu Ragaia Sosir, nasabah PNM Mekaar sejak tahun 2021. Dari pesisir Papua, ia membangun harapan sederhana untuk keluarganya: menyekolahkan anak dan merenovasi rumah agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak. Perjalanannya tidak selalu mudah, namun semangat untuk memperbaiki kehidupan keluarga membuatnya terus berusaha. Perlahan, dari pembiayaan dan pendampingan yang diterima, Ibu Ragaia mulai menata kembali kebutuhan rumahnya, mulai dari kamar mandi, kamar tidur, jendela, hingga bagian-bagian rumah lain yang dibangun sedikit demi sedikit.

Baca Juga:
Merajut Kehidupan dari Titik Terendah, Kisah Perjuangan Ibu Ila Bersama PNM Mekaar

Dalam perjalanannya, Ibu Ragaia tidak hanya menjadi nasabah, tetapi juga dipercaya sebagai Ketua Kelompok Mekaar. Ia kemudian melihat peluang lain dari keterbatasan akses layanan keuangan di wilayahnya. Karena masyarakat sekitar harus menyeberang pulau untuk mendapatkan layanan keuangan yang lebih modern, ia memilih menjadi agen BRILink. Keputusan itu lahir dari pengamatan sederhana atas kebutuhan warga sekitar, sekaligus menjadi peluang usaha yang memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan tempat tinggalnya.

“Dulu saya cuma pikir anak-anak bisa tetap sekolah dan rumah bisa pelan-pelan lebih layak. Setelah ikut PNM Mekaar, saya rasa ada jalan untuk usaha. Kitong mulai dari kecil saja, perbaiki kamar mandi, kamar, jendela, sedikit-sedikit. Yang penting tetap jalan, supaya keluarga bisa hidup lebih baik,” ujar Ibu Ragaia Sosir.

Baca Juga:
Tak Sekadar Kurangi Limbah Pakaian, RE3 For-E PNM Ciptakan Manfaat bagi Nasabah Laundry

Kisah Ibu Ragaia menjadi gambaran bahwa pemberdayaan dapat tumbuh dari ruang-ruang kecil di wilayah paling jauh, ketika akses pembiayaan, pendampingan, dan keberanian untuk memulai dapat bertemu. Melalui PNM Mekaar, Ibu Ragaia juga mengajak perempuan di sekitarnya untuk berani mengikuti jejak serupa, memperbaiki usaha, menata rumah, dan membangun masa depan keluarga secara bertahap. Ia menjadi satu dari 22,9 juta masyarakat Indonesia yang telah memperoleh layanan PNM, sebuah bukti bahwa pemberdayaan tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau pesisir, pulau-pulau kecil, dan pelosok negeri.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepala BGN Nanik Rombak Tata Kelola MBG: Efisiensi Anggaran, Moratorium SPPG Baru
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Kebakaran Dekat Jalur Rel Tanah Abang Padam, KRL Kembali Beroperasi
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Kepala KUPP Sungai Lumpur Ditetapkan sebagai Tersangka Pemerasan
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Air PAM Mati Mulai Pukul 23.00 WIB Malam Ini di 45 Kelurahan Jakarta
• 16 menit lalukompas.com
thumb
Polisi: Rekam Jika Ada Petugas Tak Kooperatif Saat Penilangan
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.