Maumere: Bandar Udara Frans Seda Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa ditutup pada Jumat, 5 Juni 2026. Penutupan dilakukan sebagai imbas dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur.
Dampak letusan gunung tersebut menyebabkan aktivitas penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere dihentikan sementara. Penutupan aktivitas penerbangan ini akan berlangsung hingga Sabtu, 6 Juni 2026, pukul 06.00 Wita.
Sebanyak lima jadwal penerbangan dibatalkan akibat penutupan tersebut. Ratusan calon penumpang pun gagal berangkat. Penerbangan yang terdampak menggunakan pesawat Wings Air dengan rute Kupang–Maumere, Labuan Bajo–Maumere, serta Maumere–Labuan Bajo. Sementara itu, maskapai Nam Air juga membatalkan penerbangan pada rute Kupang–Maumere dan Maumere–Kupang.
Sejumlah calon penumpang yang sudah tiba di Bandara Frans Seda Maumere kemudian memutuskan pulang kembali setelah mendapat informasi pembatalan dari pihak maskapai. Para penumpang kemudian mencari alternatif penerbangan lain di Bandara Gewayantana Larantuka dan Bandara Ende.
Baca Juga :
Gunung Lewotobi Erupsi, BNPB: 3.131 Jiwa Mengungsi
"Berdasarkan pantauan dari Stasiun Meteorologi Fransiskus Xaverius Seda Maumere, abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki menutup ruang udara. Kondisi inilah yang menyebabkan aktivitas penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere ditutup sementara," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sikka Liza Febri.
Sebelumnya, Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki melaporkan telah terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.500 meter di atas puncak atau setara 4.084 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat serta barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29,6 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 17 detik.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada status level III atau Siaga. Pihak berwenang memberikan rekomendasi agar masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT erupsi/FOTO: Magma Indonesia




