Visiting Top Professor FPIK UB Perkuat Kolaborasi Global dan Inovasi Teknologi Perairan Berkelanjutan

realita.co
3 jam lalu
Cover Berita

MALANG – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan kegiatan Visiting Top Professor yang berlangsung pada 25–26 Mei 2026 di Auditorium Lantai 8 Gedung B dan Exhibition Hall FPIK UB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi di bidang perikanan dan kelautan berbasis kolaborasi global.

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Joseph Selvi Binoj, Assistant Professor dari Department of Mechanical Engineering, College of Engineering Alasala Colleges, Dammam, Kingdom of Saudi Arabia, yang juga tercatat sebagai World Top 2% Scientist. Kehadiran akademisi internasional ini disambut oleh jajaran pimpinan Universitas Brawijaya dan FPIK UB, dosen, serta mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP).

Baca juga: FPIK UB Siap Ikuti Penilaian Lapang K3L Tingkat Universitas untuk Perkuat Budaya Kerja Aman dan Berkelanjutan

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Imam Santoso, M.P., menyampaikan bahwa kegiatan internasional seperti ini penting untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperkuat posisi Universitas Brawijaya dalam jejaring riset global.

“Kolaborasi internasional menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan dosen dapat memperoleh perspektif baru mengenai perkembangan teknologi dan inovasi global,” ujarnya.

Pada sesi pertama, Dr. Joseph membawakan kuliah tamu bertajuk “Green Synthesis of Nanoparticles and Their Applications in Fisheries”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan konsep sintesis nanopartikel ramah lingkungan dan potensinya dalam mendukung sektor perikanan berkelanjutan.

“Green synthesis offers environmentally friendly approaches in nanotechnology development, particularly for fisheries applications that require sustainable and safe solutions,” jelas Dr. Joseph.

Teknologi nanopartikel dinilai memiliki peluang besar dalam meningkatkan efisiensi produksi, pengelolaan kualitas air, hingga pengembangan inovasi di bidang akuakultur dan kesehatan organisme perairan.

Baca juga: Agrobisnis Perikanan FPIK UB Gelar Program Internasional 3 in 1 Bahas Manajemen Risiko Akuakultur Berkelanjutan

Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Joseph menyampaikan materi “Microbial Biotechnology for Aquatic Health Management” yang membahas pemanfaatan bioteknologi mikroba dalam menjaga kesehatan lingkungan budidaya perairan. Ia menekankan bahwa penggunaan mikroorganisme dapat menjadi solusi inovatif untuk mencegah penyakit dan meningkatkan produktivitas sektor akuakultur secara berkelanjutan.

“Microbial biotechnology can support healthier aquatic ecosystems while reducing dependency on harmful chemical treatments,” katanya.

Selain kuliah tamu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Workshop Academic Writing bertema “Writing High-Impact Research Articles for Q1 Journals: Strategies, Challenges, and Lessons from a World Top 2% Scientist”. Workshop tersebut memberikan wawasan kepada dosen dan mahasiswa mengenai strategi penulisan artikel ilmiah bereputasi internasional.

Baca juga: Agrobisnis Perikanan FPIK UB Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Kuliah Tamu Manajemen Risiko Bersama Praktisi Industri

Ketua pelaksana kegiatan, Nico Rahman Caesar, S.Pi., M.P., menyampaikan bahwa program Visiting Top Professor diharapkan mampu membuka peluang riset kolaboratif internasional sekaligus meningkatkan budaya akademik dan publikasi ilmiah di lingkungan FPIK UB.

“Kegiatan ini tidak hanya memperkuat jejaring internasional, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa dan dosen untuk terus mengembangkan inovasi dan publikasi ilmiah bereputasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, FPIK UB menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi ramah lingkungan, dan pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 tentang Ekosistem Laut, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi akademik dan riset internasional.

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heboh Ucapkan Kata Kasar, Sarwendah Unggah Video Permintaan Maaf
• 6 jam lalucumicumi.com
thumb
Kapal Bocor di Perairan Kepulauan Seribu, 35 Penumpang Berhasil Dievakuasi | BERUT
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Perjalanan KRL Cikarang–Duri Terganggu Akibat Kebakaran di Kawasan Tanah Abang
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kebakaran Dekat Tanah Abang Picu Gangguan Perjalanan KRL Cikarang-Duri dan Kepadatan Penumpang
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Menerapkan Frugal Living
• 15 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.