Menkeu Purbaya Laporkan APBN Mei 2026 Defisit Rp180,4 Triliun, Pendapatan Negara dan Pajak Tumbuh Kuat

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Mei 2026 yang mencatat defisit Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meski pendapatan negara dan penerimaan pajak menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Ia mengungkapkan, "Lima bulan pertama, (defisit APBN) 0,7 persen. APBN kita amat aman."

Menurut Purbaya, kinerja APBN hingga Mei 2026 menunjukkan tren positif yang didorong oleh peningkatan pendapatan negara, perbaikan penerimaan pajak, serta kinerja kepabeanan dan cukai yang terus membaik.

Pendapatan Negara dan Pajak Tumbuh Positif

Pendapatan negara hingga Mei 2026 mencapai Rp1.185 triliun atau 37,6 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.

Realisasi tersebut tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp958,2 triliun yang terutama ditopang oleh penerimaan pajak.

Penerimaan pajak mencapai Rp834,4 triliun atau tumbuh 22,1 persen (yoy).

Sementara itu, penerimaan dari kepabeanan dan cukai mencapai Rp123,8 triliun dengan pertumbuhan sebesar 0,7 persen (yoy).

Purbaya mengatakan, "Jadi, ada perbaikan yang signifikan, di pajak utamanya, dibandingkan kondisi tahun lalu. Tahun lalu pertumbuhan pajaknya negatif, sekarang positif. Mungkin nanti akan 20 persen lebih. Kami dorong ke atas, diiringi dengan perbaikan di perpajakan."

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp226,4 triliun atau tumbuh 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Belanja Negara Meningkat dan Keseimbangan Primer Surplus

Dari sisi belanja, realisasi belanja negara hingga Mei 2026 mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun.

Belanja negara tumbuh 34,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp1.059,3 triliun atau meningkat 52,6 persen (yoy).

Belanja kementerian/lembaga (K/L) tercatat Rp517,7 triliun atau tumbuh 58,9 persen (yoy).

Belanja non-K/L mencapai Rp541,6 triliun atau meningkat 47 persen (yoy).

Purbaya mengungkapkan, "Bagus, artinya sesuai dengan target kami ingin mempercepat belanja."

Di sisi lain, transfer ke daerah masih mengalami kontraksi dengan realisasi sebesar Rp306,1 triliun atau terkoreksi 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Keseimbangan primer APBN hingga Mei 2026 mencatat surplus sebesar Rp58,6 triliun.

Purbaya menjelaskan, "Yang penting lagi, surplus keseimbangan primernya Rp58,6 triliun. Sudah positif lagi. Artinya, anggaran kita sekarang lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya."

Surplus keseimbangan primer tersebut menunjukkan kondisi fiskal yang masih cukup kuat dalam mengelola pendapatan negara, membiayai belanja negara, serta memenuhi kewajiban utang pemerintah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sepatu Gucci hingga Ikat Pinggang LV Eks Sekda Pekanbaru Dilelang KPK, Intip Harganya
• 2 menit laluokezone.com
thumb
BMKG: Jakarta Berawan dan Panas, Suhu Maksimum Capai 35 Derajat
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Gaji Loker Padat Karya Pemprov DKI, Pramono Buka 2.843 Lowongan
• 5 jam laludisway.id
thumb
Qodari Tepis Persepsi Pelatihan Komcad ASN Upaya Terapkan Militerisme
• 10 jam lalukompas.com
thumb
5 Cara untuk Menjadi High Value Woman
• 14 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.