Ambon (ANTARA) -
PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon, Maluku, memberlakukan layanan penyeberangan feri selama 24 jam pada setiap akhir pekan guna memperlancar mobilitas penumpang maupun kendaraan.
“Layanan tersebut berlaku setiap akhir pekan, yakni mulai Jumat hingga Minggu, dengan pola operasi bergiliran menggunakan satu unit kapal,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon Syamsuddin Tanassy, di Ambon, Jumat.
Menurut dia, layanan 24 jam tersebut tidak melibatkan seluruh armada secara bersamaan, melainkan hanya satu kapal yang beroperasi secara bergiliran untuk melayani penyeberangan pada malam hingga dini hari.
Ia menjelaskan kapal yang bertugas pada layanan 24 jam akan beroperasi mulai pukul 23.30 WIT hingga pukul 04.00 WIT. Setelah itu, layanan penyeberangan kembali dilanjutkan oleh kapal reguler yang mulai melakukan pemuatan pada pukul 05.00 WIT.
“Hanya untuk jam 23.30 sampai 04.00, karena jam 05.00 kapal reguler sudah siap pemuatan,” ujarnya.
Baca juga: ASDP: Penyeberangan Hunimua–Waipirit operasi 24 jam di libur Paskah
Baca juga: ASDP: Pelabuhan di Indonesia Timur buka 24 jam saat musim Lebaran
Menurutnya, kebijakan tersebut juga bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat Pulau Seram yang ingin beraktivitas di Kota Ambon tanpa harus terkendala jadwal penyeberangan.
Selain mendukung mobilitas penumpang, layanan 24 jam juga diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik, khususnya kebutuhan pokok seperti sembako dan sayur-mayur dari Pulau Seram menuju Ambon.
“Kenapa dilakukan 24 jam? Agar masyarakat Seram bisa datang ke Kota Ambon saat akhir pekan dan setelah selesai bisa kembali lagi langsung, jadi angkutan logistik bisa lancar dan mempermudah masyarakat yang mau bepergian di akhir pekan juga,” ucapnya.
ASDP Ambon menargetkan layanan penyeberangan 24 jam tersebut dapat diterapkan secara rutin setiap akhir pekan pada minggu pertama, kedua, hingga minggu ketiga setiap bulan, khususnya di lintasan Hunimua–Waipirit.
Pemberlakuan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada akhir pekan, sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa antarwilayah yang dilayani ASDP Ambon.
Selain meningkatkan aksesibilitas transportasi laut dan logistik, kebijakan itu juga menjadi bagian dari upaya ASDP dalam mengoptimalkan pelayanan kepada pengguna jasa penyeberangan, terutama pada periode dengan mobilitas masyarakat yang relatif tinggi.
Baca juga: ASDP mulai bangun dermaga baru di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok
Baca juga: ASDP dan Pemprov Aceh perkuat jalur logistik wilayah barat Indonesia
Baca juga: ASDP tingkatkan kapasitas Dermaga Bajoe perkuat penyeberangan-logistik
PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon, Maluku, memberlakukan layanan penyeberangan feri selama 24 jam pada setiap akhir pekan guna memperlancar mobilitas penumpang maupun kendaraan.
“Layanan tersebut berlaku setiap akhir pekan, yakni mulai Jumat hingga Minggu, dengan pola operasi bergiliran menggunakan satu unit kapal,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon Syamsuddin Tanassy, di Ambon, Jumat.
Menurut dia, layanan 24 jam tersebut tidak melibatkan seluruh armada secara bersamaan, melainkan hanya satu kapal yang beroperasi secara bergiliran untuk melayani penyeberangan pada malam hingga dini hari.
Ia menjelaskan kapal yang bertugas pada layanan 24 jam akan beroperasi mulai pukul 23.30 WIT hingga pukul 04.00 WIT. Setelah itu, layanan penyeberangan kembali dilanjutkan oleh kapal reguler yang mulai melakukan pemuatan pada pukul 05.00 WIT.
“Hanya untuk jam 23.30 sampai 04.00, karena jam 05.00 kapal reguler sudah siap pemuatan,” ujarnya.
Baca juga: ASDP: Penyeberangan Hunimua–Waipirit operasi 24 jam di libur Paskah
Baca juga: ASDP: Pelabuhan di Indonesia Timur buka 24 jam saat musim Lebaran
Menurutnya, kebijakan tersebut juga bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat Pulau Seram yang ingin beraktivitas di Kota Ambon tanpa harus terkendala jadwal penyeberangan.
Selain mendukung mobilitas penumpang, layanan 24 jam juga diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik, khususnya kebutuhan pokok seperti sembako dan sayur-mayur dari Pulau Seram menuju Ambon.
“Kenapa dilakukan 24 jam? Agar masyarakat Seram bisa datang ke Kota Ambon saat akhir pekan dan setelah selesai bisa kembali lagi langsung, jadi angkutan logistik bisa lancar dan mempermudah masyarakat yang mau bepergian di akhir pekan juga,” ucapnya.
ASDP Ambon menargetkan layanan penyeberangan 24 jam tersebut dapat diterapkan secara rutin setiap akhir pekan pada minggu pertama, kedua, hingga minggu ketiga setiap bulan, khususnya di lintasan Hunimua–Waipirit.
Pemberlakuan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada akhir pekan, sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa antarwilayah yang dilayani ASDP Ambon.
Selain meningkatkan aksesibilitas transportasi laut dan logistik, kebijakan itu juga menjadi bagian dari upaya ASDP dalam mengoptimalkan pelayanan kepada pengguna jasa penyeberangan, terutama pada periode dengan mobilitas masyarakat yang relatif tinggi.
Baca juga: ASDP mulai bangun dermaga baru di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok
Baca juga: ASDP dan Pemprov Aceh perkuat jalur logistik wilayah barat Indonesia
Baca juga: ASDP tingkatkan kapasitas Dermaga Bajoe perkuat penyeberangan-logistik





