HKTI: Program MBG Bisa Buka Lapangan Kerja hingga Dongkrak Kesejahteraan Petani

viva.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal membantu pemenuhan gizi masyarakat, mendorong perputaran ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Ketua Harian HKTI, Bachtiar Utomo mengatakan, MBG merupakan program yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga :
Purbaya: Realisasi Anggaran MBG Capai Rp 88,15 Triliun di Mei 2026
LPSK Siap Lindungi Saksi hingga Pelaku yang Bantu Bongkar Korupsi MBG Dadan Cs

“Program MBG sangat baik untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah, mendukung ibu hamil dan balita sehingga dapat membantu menekan angka stunting, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” kata Bachtiar dalam keterangannya, Jumat, 5 Juni 2026.

Ketua Harian HKTI, Bachtiar Utomo
Photo :
  • [Istimewa]

Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang besar untuk mendukung pelaksanaan MBG, turut meningkatkan serapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Kondisi ini membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal.

“Semakin tinggi kebutuhan pangan untuk program MBG, semakin besar pula hasil produksi petani yang terserap. Dampaknya tentu sangat positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Selain meningkatkan serapan hasil pertanian, program MBG juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Kebutuhan tenaga kerja dalam proses penyediaan bahan pangan, pengolahan makanan, distribusi, hingga operasional dapur menjadi peluang ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Kemudian, program ini juga memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah, karena melibatkan petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga pelaku usaha jasa dalam rantai pasok pangan nasional.

“Program ini tidak hanya memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah. Ada petani yang hasil panennya terserap, UMKM yang berkembang, dan lapangan kerja yang tercipta,” ujar Bachtiar.

HKTI meyakini, program MBG dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan kuat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan perekonomian daerah.

“Ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Anak-anak mendapatkan gizi yang baik, petani semakin sejahtera, ekonomi daerah bergerak, dan pada akhirnya ketahanan pangan nasional semakin kuat,” ujarnya.

Baca Juga :
Terkuak! Vendor Motor Listrik Rp1 T BGN Ternyata Tak Punya Dealer dan Bengkel
Survei Poltracking: 72,2 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran
Ketua Fraksi Golkar Desak BGN Evaluasi Menyeluruh Program MBG: Jangan Asal-asalan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Kepulan Asap di Terminal 2 Bandara Soetta: Dari Kendaraan Operasional
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Sudah Mendarat di Jakarta, Mozambik Siap Tempur Hadapi Timnas Indonesia
• 5 jam lalubola.com
thumb
Geram, Dedi Mulyadi Sentil Jalan Provinsi di Majalaya yang Dipakai Hajatan
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Nyawa Penumpang dan Refleks Otomatis Pilot: Mengapa Belajar Saja Tidak Cukup?
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Berbekal SK Menteri Ketenagakerjaan, Audit Keselamatan Kerja Mulai Digelar di Tiga Wilayah Timur Indonesia
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.