REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pemprov Jawa Barat mempertimbangkan mengaktifkan kembali zona 3 dan 4 TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Opsi itu mencuat usai zona 5 atau perluasan kritis dan diperkirakan hanya mampu menampung sampah dari Bandung Raya hingga Oktober mendatang.
"Betul, kita sedang mempertimbangkan mengaktifkan lagi zona 3 dan 4, itu opsi paling rasional kalau zona 5 sudah penuh," kata Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Arief Perdana saat dihubungi, Jumat (5/6/2026).
- Harga BBM Nonsubsidi Selangit Bikin Anggaran Operasional Alat Berat di TPA Sarimukti Bengkak
- TPA Sarimukti Kritis, Dedi Mulyadi Minta Bandung Raya Lakukan Hal Ini
- Ratusan Ton Sampah di Kota Cimahi tak Terangkut ke TPA Sarimukti
Zona 3 dan 4 sendiri sebetulnya sudah ditutup karena tak lagi bisa menampung sampah. Arief mengatakan rencana reaktivasi zona 3 dan 4 sebetulnya sudah digodok sejak 2025 lalu. Namun rencana tersebut terbentur pada keterbatasan anggaran penataan zona agar bisa menampung lagi sampah.
Sebab, kebutuhan anggaran untuk membuka kembali dua zona lama itu diperkirakan membutuhkan biaya Rp24 miliar. "Sebetulnya sudah dibahas sejak tahun lalu, cuma anggarannya belum ada. Ya lumayan besar, butuh sekitar Rp24 miliar agar bisa mereaktivasi lagi zona 3 dan 4," kata Arief.
Zona perluasan sebetulnya disiapkan untuk menampung sampah sebanyak 2 juta ton dengan masa penggunaan selama dua tahun. Namun faktanya, saat ini berdasarkan laporan pengelola secara visual zona itu sudah nyaris penuh padahal baru beroperasi selama 1 tahun sejak Mei 2025.
"Berdasarkan perhitungan, zona 5 ini hanya bisa bertahan sampai Oktober 2026 ini, dan itu sudah diketahui oleh Pak KDM (Gubernur Jawa Barat)," ucap Arief.




