Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menyambut baik kebijakan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk melakukan moratorium atau penghentian sementara pendaftaran dapur baru program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menilai BGN memang harus berbenah diri.
"Saya menyambut baik kebijakan Kepala BGN yang baru untuk menutup sementara pendaftaran dapur yang baru (moratorium). Ini menunjukkan ada political will dari BGN untuk benar-benar memperbaiki tata kelola MBG," kata Yahya kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).
Dia meminta BGN untuk fokus meningkatkan kualitas dapur yang sudah ada. Khususnya, dalam menjamin keamanan makanan MBG.
"Masih banyak MBG yang belum SLHS dan Ipal. Ini harus dipenuhi terlebih dahulu untuk menjamin kemanan mutu MBG. Kedepan tidak boleh ada lagi SPPG yang tidak punya SLHS dan Ipal," ujarnya.
"Mengevaluasi 1.000 lebih SPPG yang disuspen mana yang sudah bisa diaktifkan kembali dan mana yang masih harus dipetbaiki," sambungnya.
Politikus Golkar ini juga meminta SPPG yang mengalami keracunan untuk diinvestigasi secara tuntas. Hal itu, agar peristiwa tersebut tak terulang lagi.
"Selama ini kira tidak pernah mendengar hasil investigasi yang dilakukan oleh BGN terhadap SPPG yang mengakibatkan keracunan, dan saya minta hasil investigasinya dibuka ke publik supaya masyarakat dapat mengikuti perbaikan yang dilakukan oleh BGN," katanya.
(amw/maa)





