Grid.ID - Momen Dedi Mulyadi sebut kinerja Jabar (Jawa Barat) yang dirilis BPS mencatat hasil [psitif bukan keberhasilannya ramai jadi sorotan. Padahal menurut catatan, hasilnya lmemang lebih bagus dibandingkan rata-rata nasional maupun sejumlah provinsi besar di Pulau Jawa.
Usut punya usut, alasan Dedi Mulyadi sebut kinerja Jabar yang dirilis BPS mencatat hasil bukan keberhasilannya lantaran ia tak melakukannya sendiri. Melainkan hasil dari kinerja seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kinerja sejumlah indikator pembangunan Jawa Barat mencatatkan hasil positif. Mengetahui hal demikian Dedi tak gengsi menyebut hal itu terjadi bukan karena usahanya belaka.
Namun juga kontribusi dari berbagai pihak. Mulai dari RT, RW, serta pemerintahan daerah.
"Itu kan bukan kinerja saya. Itu kinerja dari mulai tingkat RT RW, kepala desa, camat, bupati dan seluruh jajaran.
Bahwa apa yang dilakukan selama ini sudah selaras dengan apa yang menjadi tuntutan dan kebutuhan publik," beber Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Jumat (5/6/2026).
Lebih lanjut, capaian tersebut dianggap Gubernur Jawa Barat itu belum sepenuhnya menggembirakan.Masih ada banyak PR yang harus dikerjakan.
Itulah sebabnya, Dedi Mulyadi ingin memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus bekerja untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Salah satunya disektor ekonomi masih membutuhkan penguatan, terutama dalam aspek investasi dan penciptaan lapangan kerja.
"Masalah investasi saya kan sudah bilang sabar dulu. Nanti akan mulai bekerja. Jumat kita meresmikan pabrik sepatu.
Beberapa bulan lagi akan meresmikan beberapa pabrik karena saat saya rintis mereka bisa bangun, bisa produksi, mereka bisa kerja," imbuhnya.
Sementara itu, meski Dedi Mulyadi sebut kinerja Jabar tak cuma atas kerjanya, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sendiri di bawah kepemimpinannya meningkat sebesar 0,37 persen.
Dilansir dari Kompas.com, indikator kemiskinan juga menunjukkan perbaikan. Sepanjang 2025, angka kemiskinan di Jawa Barat turun sebesar 0,30 persen.
Penurunan itu lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan DKI Jakarta. (*)
Artikel Asli




