REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia untuk memulai aktivitas bisnis dari sektor hulu. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian berbasis Pancasila. Ajakan ini disampaikan saat peresmian koperasi tersebut di Denpasar, Bali, Jumat.
Ferry Juliantono menjelaskan bahwa peran koperasi harus mencakup seluruh rantai produksi hingga distribusi, termasuk mendukung petani kapas dan produsen bahan kain. "Kami membayangkan penggunaan busana berbahan baku lokal, dengan kapas yang ditanam sendiri di tanah Indonesia," ujar Ferry.
Ferry berharap Koperasi Laskar Juang dapat memulai inisiatif pembukaan lahan perkebunan kapas serta produksi kain dan garmen, mengingat masih banyak pewarna tekstil yang diimpor. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
Peran Koperasi dalam Ekonomi Gotong Royong
Koperasi yang dirintis oleh Rieke Diah Pitaloka, anggota DPR RI Komisi XIII, ini didukung oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Rieke menyatakan bahwa koperasi ini bertujuan untuk membangun ekonomi berbasis gotong royong dan kesejahteraan bersama. Fokus utama saat ini adalah sektor sandang, mendukung UMKM, dan pelaku usaha tekstil.
Koperasi ini tidak bergerak dalam simpan pinjam, melainkan fokus pada produksi dan distribusi dari hulu hingga hilir. "Koperasi harus mampu mengorganisir kekuatan produktif bangsa agar memiliki daya tawar dan daya saing yang kuat," jelas Rieke.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Rieke menambahkan bahwa Indonesia harus mampu memproduksi, mengolah, mendistribusikan, dan menguasai rantai nilai ekonomi sendiri, bukan hanya mengekspor bahan mentah dan mengimpor produk jadi.