JAKARTA, KOMPAS.com - Agustinus (61) rela berkeliling dari satu booth ke booth lainnya di Jakarta Job Fair 2026 yang digelar di GOR Senen, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Namun, pria asal Bekasi itu bukan sedang mencari pekerjaan untuk dirinya sendiri.
Ia datang membawa tas jinjing dan folder cokelat berisi dokumen lamaran milik putranya yang sedang sakit.
Baca juga: Tenteng Tas Bagikan CV, Ayah Wakili Anaknya Cari Kerja di Jakarta Job Fair
Dengan harapan anaknya mendapatkan pekerjaan, Agustinus menyerahkan dokumen tersebut ke sejumlah perusahaan yang membuka lowongan dalam bursa kerja tersebut.
"Bukan saya yang cari kerja, tapi buat anak saya. Dia usianya 27 tahun, Sarjana Hukum. Karena dia lagi kurang sehat hari ini, saya dan istri yang datang ke sini mengantarkan CV-nya," ujar Agustinus kepada Kompas.com di lokasi.
Kisah Agustinus menjadi satu dari ribuan cerita para pencari kerja yang memadati Jakarta Job Fair 2026 selama dua hari pelaksanaan pada 4-5 Juni 2026.
Baca juga: Dilema Pencari Kerja Usia 30-an: Berpengalaman, tapi Terbentur Batas Usia
Bursa kerja yang digelar di GOR Senen itu menjadi tumpuan harapan bagi warga yang tengah berjuang menembus ketatnya persaingan pasar kerja di ibu kota.
Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) Jakarta Pusat mencatat antusiasme masyarakat melampaui prediksi awal.
Sebanyak 37 perusahaan berpartisipasi dengan menyediakan sekitar 2.000 lowongan kerja bagi pelamar dari berbagai latar belakang pendidikan.
Baca juga: Job Fair Ramai, Kenapa Anak Muda Tetap Sulit Dapat Kerja?
Agustinus mengaku prihatin dengan ketatnya persaingan kerja saat ini.
"Sangat sulit sekarang. Saya baca ada Gen Z yang sudah melamar ke 120 tempat tetap belum dapat. Saya prihatin, yang S1 saja sulit apalagi anak-anak kita yang SMK. Makanya saya sarankan pemerintah perbanyak pelatihan atau sertifikasi gratis agar mereka punya daya saing," tambahnya.
Kisah serupa datang dari Sarina (53), warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang setia mendampingi putra semata wayangnya, Andreas (26).
Andreas merupakan lulusan S1 Manajemen yang mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan meski telah berulang kali melamar.
"Sangat susah (cari kerja). Kendalanya kalau mau masukin lamaran langsung harus melalui security dulu, terus juga belum bisa bertemu sama atasan," ungkap Andreas.
Baca juga: Tantangan Lulusan SMA di Tengah Perubahan Industri Dunia Kerja...
Sarina berharap kehadiran mereka di Job Fair dapat membuka peluang kerja bagi putranya.





