Arek Surabaya Harus Berani Haus Berlari

kompas.id
11 jam lalu
Cover Berita

Pagi, siang, sore, malam, hari kerja, hari libur, hari raya, ada saja warga Surabaya, Jawa Timur, yang berlari. Tepi jalan raya, trotoar, taman, lintasan, gelanggang, perumahan, atau kampung menjadi lokasi sasaran mereka yang ingin menjaga kebugaran, kesehatan, dan atau seolah tak bisa hidup tanpa berlari.

Tidak heran dua pra-acara Suroboyo 10K pada 11 April 2026 dan 23 Mei 2026 semarak oleh para pelari dari komunitas. Kedua pra-acara diselenggarakan untuk memeriahkan Suroboyo 10K pada Minggu (7/6/2026), ajang lari kedua atau setelah Bandoeng 10K dalam The Ultimate 10K Series oleh Harian Kompas dan Bank BJB.

Pra-acara pertama bertajuk ”City Touchdown Suroboyo 10K” diikuti 120 pelari dari 13 komunitas. Bentuknya, lari ulang alik Kopi Nako Daur Baur Surabaya (3.000 meter atau 3K), pembagian kuota atau slot, gelar wicara, dan hiburan. Pra-acara kedua bertajuk ”Project:You” diikuti 50 pelari dari 12 komunitas. Wujudnya, lomba estafet 4×150 meter antarkelompok beranggotakan empat pelari, pembagian kuota, gelar wicara, dan hiburan.

Baca JugaPelari Sambut Debut Suroboyo 10K

Di kedua pra-acara itu, komunitas yang tercatat selalu hadir antara lain Indorunners (Surabaya, Sidoarjo, Gresik), MTT atau Mlayu Tipis Tipis, dan ILS Runners. ”Selama ada event lari, kami komunitas menyambut dan terlibat dengan gembira,” ujar Thalita dari Indorunners Surabaya seusai bersama tim menjadi urutan kedua lomba estafet Project:You di Balai Kota Surabaya.

Tanpa event pun, komunitas tetap berlari. Para anggotanya yang cair menjadikan lari sebagai gaya hidup. ”Saya setiap sore sampai malam, lari di seputaran pusat kota. Ya, selain rutinitas juga persiapan untuk ikut event-event,” kata Dimas dari MTT sepekan lalu.

Baca JugaBerani Beradu Kawal Debut Suroboyo 10K

Nah, Suroboyo 10K tersisa hitungan jam. Setidaknya 3.000 pelari akan mengikuti event ini dengan garis mula dan akhir di pelataran Balai Kota Surabaya, Jalan Walikota Mustajab. Lomba lari jalan raya ini akan dimulai pukul 05.00 WIB. Penyelenggara menetapkan batas titik 5K (cut off point/COP) 50 menit sedangkan batas waktu 10K (cut off time/COT) 120 menit. Juara atau barisan pemenang sekaligus pemecah rekor 10K akan mendapat ganjaran alias hadiah uang tunai.

Mengutip Jadwallari, sepanjang tahun ini akan diadakan setidaknya 40 event lari. Gelaran dimulai oleh Spindo Run pada 18 Januari 2026 dan direncanakan diakhiri oleh LT Men Power Run pada 1 November 2026.

”Untuk event yang akan diselenggarakan bisa bertambah atau berkurang, situasinya dinamis tetapi tahun ini event lari banyak sekali,” kata Kepala Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya Indriyatno Heryawan. Jika setahun ada 40 even lari, berarti setiap bulan diadakan 3-4 kali. Gelaran lari hampir pasti diadakan pada akhir pekan yakni Sabtu dan atau Minggu.

Sebagai catatan, Suroboyo 10K menjadi ajang lari pertama pada Juni 2026 bersamaan dengan Westin Vertical Run. Namun, even ini menjadi yang ke-25 jika dihitung dari awal tahun. Sepanjang Mei 2026 menjadi kurun waktu dengan gelaran terbanyak (10 kali). Ini bisa dimaklumi karena di akhir bulan atau 31 Mei, Surabaya merayakan hari jadinya.

Denyut ulang tahun masih terasa sampai Juni yang notabene diperingati sebagai Bulan Bung Karno (Sukarno), Presiden ke-1 Indonesia kelahiran Surabaya. Selain Suroboyo 10K dan Westin Vertical Run juga diadakan Medical Veterun dan Green Force Run. Bulan ini juga dirayakan oleh Bonek, pendukung fanatik Persebaya Surabaya, sebagai ulang tahun klub sepak bola sejak 18 Juni 1927 itu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pernah mengatakan, nama Surabaya berasal dari lema Curabhaya yang berarti berani melawan bahaya. Curabhaya tercatat dalam Prasasti Canggu (Trowulan I) bertarikh 7 Juli 1358 yang menginformasikan keberadaan desa tepi sungai menyediakan jasa penyeberangan atau naditira pradeca.

Sejarawan Jerman Godfried Hariowald von Faber mengajukan teori bahwa Curabhaya adalah kampung jawara yang turut berjasa bagi Sri Kertanegara memadamkan pemberontakan di Kerajaan Singhasari pada abad ke-13. Keberadaan kampung jawara atau para pemberani itu mungkin menjadi sebutan yang memunculkan lema Curabhaya.

Dalam dunia lari, keberanian warga Surabaya, sebenarnya bisa ditarik misalnya dengan keberadaan Lapangan THOR (Tot Heil Onzer Ribbenkast), klub olahraga Hindia-Belanda pada 1901. Selanjutnya, berdiri Nederlands Indische Atletiek Unie (NIAU) Cabang Surabaya pada 1918. Setelah revolusi kemerdekaan 1945, terbentuk Ikatan Perhimpunan Atletik Surabaya (IPAS).

Baca JugaSurabaya Berani Berlari

Setelah itu, cukup lama fase peradaban lari belum merasuk dalam kehidupan masyarakat Bumi Pahlawan. Namun, kemunculan komunitas pelari kurun 2012-2019 menandakan fase kembali dicintainya lari oleh warga.

Setelah pandemi Covid-19 atau 2022-2024, terjadi ledakan atau gairah dengan semakin maraknya warga berlari. Setelah itu, aktivitas lari kian intens karena menjadi bagian dari festival dan wisata olahraga yang hampir setiap pekan.

Untuk itu, lari kian lekat sebagai gaya hidup warga Surabaya. Karakter atau semangat berani melawan bahaya juga perlu lebih terasa dalam aktivitas lari di mana pun dan kapan pun.

Tidak keliru jika sebagian gelaran berkarakter lomba atau adu cepat. Juga lazim slogan atau pekik penyemangat misalnya wani tok wae atau pokmen kenceng, seperti bahan bakar yang mendidihkan adrenalin para pelari ketika berlatih dan berlomba.

Baca JugaMemantik Ekonomi dan Wisata Kota Surabaya dengan Olahraga Lari

Captain Indorunners Surabaya Ainul Yaqin mengatakan, komunitas lari di Bumi Pahlawan juga serius dalam aktivitas. Mereka misalnya rutin mengadakan TTNR atau Tuesday & Thursday Night Run setiap pukul 19.30 WIB di parkir timur Plaza Surabaya (Delta Plaza) dan BMX Park. Selain itu, SMR atau Sunday Morning Run di seputar RS Darmo di Jalan Darmo setiap Minggu pukul 05.30 WIB.

”Kami juga mendirikan IRruniversity sebagai keseriusan bagi anggota untuk persiapan mengikuti even besar maraton misalnya Borobudur Marathon dan Surabaya Marathon,” ujar Ainul.

IRruniversity merupakan program pelatihan terstruktur, ilmiah, edukatif agar para pelari menjalankan budaya latihan dengan benar, selamat, aman, dan efektif.

Keberanian berlari sudah mendarah daging. Haus berani sudah menjadi kebutuhan. Jadi, Surabaya tetaplah berlari seperti dinamika kehidupan khas metropolitan yang menolak berhenti.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekjen DPP Perbasi imbau timnas U18 putri tetap fokus hadapi Filipina
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Kakorlantas: Operasi Patuh Mengutamakan Edukasi, tapi Tetap Tegas
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Justin Hubner dan Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Unggul 2-0 Atas Oman
• 20 jam laluberitajatim.com
thumb
Irfan Bachdim dan Arlyansyah Meriahkan Pembukaan adidas Home of Football di Jakarta
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Vincenzo Italiano Resmi Jadi Pelatih Baru Besiktas dengan Kontrak Hingga 2028
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.