Turnamen edisi ketujuh ini dipenuhi tekel keras, perkelahian antarpemain, hingga intervensi polisi di dalam lapangan. Bahkan, salah satu pertandingan paling kontroversial sepanjang sejarah sepak bola lahir di ajang ini.
Meski demikian, Piala Dunia 1962 juga menghadirkan kisah heroik ketika Brasil mampu mempertahankan gelar juara dunia meski kehilangan pemain terbaiknya, Pele.
Pele Cedera, Brasil Kehilangan Sang Raja
Brasil datang ke Cile dengan status juara bertahan sekaligus favorit utama meraih trofi Jules Rimet.
Semua perhatian tertuju kepada Pele yang saat itu baru berusia 21 tahun. Penampilan gemilangnya di Piala Dunia 1958 membuatnya sudah dianggap sebagai pemain terbaik dunia.
Pele langsung menunjukkan kualitasnya saat Brasil mengalahkan Meksiko 2-0 pada laga pembuka. Ia mencetak gol indah setelah melewati beberapa pemain lawan.
Namun petaka datang pada pertandingan kedua melawan Cekoslowakia.
Saat melepaskan tendangan jarak jauh, Pele mengalami cedera otot paha yang cukup serius. Karena aturan pergantian pemain belum diberlakukan pada era tersebut, Pele terpaksa bertahan di lapangan dalam kondisi cedera sebelum akhirnya dipastikan tidak bisa melanjutkan turnamen.
Banyak pihak menilai peluang Brasil mempertahankan gelar langsung menurun drastis setelah kehilangan sang bintang.
Garrincha Ambil Alih Panggung dan Jadi Pahlawan Brasil
Ketika Pele harus menepi, Brasil menemukan sosok penyelamat dalam diri Garrincha.
Pemain sayap berjuluk "Burung Kecil" itu tampil luar biasa sepanjang fase gugur. Menariknya, Garrincha lahir dengan kondisi fisik yang tidak sempurna. Kaki kirinya lebih pendek sekitar enam sentimeter dan bentuk kedua kakinya tidak simetris.
Namun keterbatasan tersebut tidak menghalanginya memberi mimpi buruk bagi para bek lawan. Pada babak perempat final, Garrincha mencetak dua gol untuk membantu Brasil mengalahkan Inggris 3-1.
Penampilannya berlanjut di semifinal ketika kembali mencetak dua gol untuk membawa Brasil menaklukkan tuan rumah Cile dengan skor 4-2.
Dribel-dribel magis Garrincha membuatnya menjadi pemain paling dominan di turnamen tersebut dan membantu Brasil tetap menjadi favorit juara meski tanpa Pele.
Battle of Santiago, Pertandingan Paling Brutal dalam Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 1962 mencapai puncak kontroversi pada 2 Juni ketika Cile menghadapi Italia di fase grup.
Laga yang kemudian dikenal sebagai "Battle of Santiago" itu hingga kini masih dianggap sebagai salah satu pertandingan paling kasar dalam sejarah sepak bola.
Ketegangan sudah muncul sebelum pertandingan dimulai setelah sejumlah media Italia melontarkan kritik keras terhadap kondisi Cile yang saat itu masih berupaya bangkit dari bencana gempa besar.
Akibatnya, suasana pertandingan langsung memanas sejak menit awal.
Beberapa insiden yang terjadi antara lain:
- Giorgio Ferrini mendapat kartu merah dan harus dikeluarkan polisi dari lapangan karena menolak keluar.
- Leonel Sanchez memukul Mario David hingga terjatuh, tetapi lolos dari hukuman.
- Mario David kemudian membalas dengan menendang kepala Sanchez dan langsung diusir wasit.
- Kapten Italia Humberto Maschio mengalami cedera rahang setelah benturan keras.
Dari Kekacauan Lahir Ide Kartu Merah dan Kuning
Insiden Battle of Santiago ternyata meninggalkan dampak besar bagi dunia sepak bola. Wasit asal Inggris, Ken Aston, yang memimpin pertandingan tersebut menyadari sulitnya berkomunikasi dengan pemain dari berbagai negara saat memberikan sanksi.
Pengalaman itu menginspirasinya menciptakan sistem kartu kuning dan kartu merah sebagai tanda visual yang mudah dipahami semua pemain.
Sistem tersebut kemudian resmi digunakan FIFA pada Piala Dunia 1970 dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sepak bola hingga saat ini.
Brasil Juara Meski Tanpa Pele
Di partai final yang berlangsung di Estadio Nacional, Santiago, Brasil kembali bertemu Cekoslowakia. Selecao sempat tertinggal lebih dahulu melalui gol Josef Masopust pada menit ke-15, namun mental juara kembali berbicara.
Amarildo berhasil menyamakan kedudukan hanya dua menit kemudian sebelum Zito dan Vava menambah dua gol pada babak kedua. Brasil pun menang 3-1 dan sukses mempertahankan gelar juara dunia.
Keberhasilan tersebut menjadikan Brasil sebagai negara kedua yang mampu meraih gelar Piala Dunia secara beruntun setelah Italia pada 1934 dan 1938.
Lebih dari itu, kemenangan tersebut membuktikan bahwa kekuatan Brasil tidak hanya bergantung pada Pele, tetapi juga pada kedalaman skuad yang luar biasa.
Fakta Menarik Piala Dunia 1962
- Tuan rumah: Cile
- Juara: Brasil
- Runner-up: Cekoslowakia
- Top skor: Enam pemain berbagi gelar dengan masing-masing empat gol, termasuk Garrincha dan Vava.
- Fakta unik: Marcos Coll mencetak satu-satunya gol langsung dari tendangan sudut dalam sejarah Piala Dunia saat membobol gawang Lev Yashin.
- Warisan terbesar: Brutalnya Battle of Santiago menjadi inspirasi lahirnya sistem kartu kuning dan kartu merah yang digunakan hingga sekarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





