Penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, hingga dinamika geopolitik yang berimbas pada lonjakan harga minyak mentah, mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan harga suku cadang otomotif.
Namun jaringan diler Toyota Auto2000 memastikan sejumlah kebutuhan perawatan kendaraan yang paling sering digunakan pelanggan, masih berusaha dipertahankan harganya setidaknya hingga akhir Juni 2026.
Chief Executive Auto2000, Anton Jimmi Suwandy mengatakan, sejauh ini dukungan dari Toyota Astra Motor (TAM) masih membantu menahan kenaikan harga sejumlah produk aftersales. Meski beberapa komponen dan suku cadang sudah mengalami penyesuaian, kenaikannya disebut belum signifikan.
"Kalau di Auto2000, so far kami juga terima kasih ya ke distributor, ke Toyota Astra Motor, saat ini masih mensupport gitu ya. Jadi support, walaupun beberapa komponen atau parts memang tetap terpaksa harus naik, tapi kenaikannya juga nggak banyak," kata Anton saat ditemui di GR Garage PIK, Jakarta, Kamis (4/6).
Untuk produk oli mobil Toyota Motor Oil (TMO), Anton memastikan hingga saat ini belum ada penyesuaian harga. Meski demikian, ia tidak menampik situasi dapat berubah apabila tekanan kurs terus berlanjut.
"Dan khususnya untuk oli, kalau kita bicara Toyota Motor Oil ya, TMO, itu juga pada saat ini belum ada kenaikan, sampai saat ini. Tapi ya saya nggak tau ke depannya kira-kira seperti apa, karena kan tadi barusan ada informasi, hari ini dolar juga mulai naik di atas Rp 18.000," katanya.
Meski menghadapi tekanan biaya, Auto2000 mengaku tidak serta merta menerapkan kenaikan harga, berdasarkan besaran kenaikan kurs atau biaya produksi. Perusahaan memilih mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli konsumen sebelum mengambil keputusan.
"Bukan hanya karena dolar naik, misalnya naik 10 persen ya, spare part kita naik 10 persen, nggak seperti itu. Kita juga melihat juga kondisi di pasar seperti apa, kondisi customer seperti apa, kita kan menaikannya sesuai dengan timing dan angka yang harapannya ya masih bisa diterima oleh masyarakat," tutur Anton.
Ia menjelaskan, pandangan tersebut dilakukan untuk menjaga momentum pasar otomotif yang saat ini dinilai masih menunjukkan tren positif. Auto2000 juga tidak ingin kenaikan harga justru membuat konsumen menunda pembelian kendaraan maupun perawatan berkala.
"Karena kita juga berharap, kan momentum market otomotif ini lagi bagus. Marketnya lagi lumayan naik dari tahun lalu. Bagi saya di Auto2000 juga di bengkel, itu juga naik kalau dibandingkan tahun lalu. Jadi momentumnya jangan sampai istilahnya berubah arah gitu ya, jadi menurun," kata dia.
Auto2000 dan TAM disebut telah membahas strategi harga sejak beberapa bulan terakhir. Namun untuk kebijakan setelah Juni, perusahaan masih menunggu perkembangan situasi ekonomi dan nilai tukar.
"Sampai kapan itu bisa bertahan? Nggak ada yang tahu, tapi setidaknya kami diskusi dengan distributor sekitar dua bulan yang lalu, ya minimum sampai bulan ini tidak ada. Tapi bulan Juli onward ya kami masih menunggu kabar lah ya. Jadi kami komunikasi terus dengan TAM, apakah nanti akan ada kenaikan atau nggak di bulan Juli," kata Anton.





