Harga Minyakita Bakal Naik, Bapanas Sebut 33,2 Juta KPM Tidak Terpengaruh

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Hingga 5 Juni, realisasi salur bantuan pangan secara nasional telah mencapai 55,37 persen atau telah diterima sebanyak 18,4 juta KPM.

Harga Minyakita Bakal Naik, Bapanas Sebut 33,2 Juta KPM Tidak Terpengaruh (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Pelaksanaan program bantuan pangan beras dan minyak goreng rakyat (Minyakita) kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipastikan tidak terpengaruh terhadap rencana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita. 

Hal ini karena stok Minyakita yang ada di Perum Bulog untuk program bantuan pangan telah terpenuhi.

Baca Juga:
Indonesia Miliki Potensi Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Hingga 5 Juni, realisasi salur bantuan pangan secara nasional telah mencapai 55,37 persen atau telah diterima sebanyak 18,4 juta KPM. 

Secara kuantitas, total beras yang dibutuhkan sebanyak 664,9 ribu ton dan Minyakita 132,9 kiloliter. Dengan realisasi ini, masih ada beras 296,7 ribu ton dan Minyakita 59,3 ribu kiloliter yang masih terus akan disalurkan sampai akhir Juni.

Baca Juga:
OJK Pastikan Tak Ada Bank Rush Meski Rupiah Mengalami Pelemahan

Dalam laporan yang diterima Badan Pangan Nasional (Bapanas), kebutuhan beras untuk bantuan pangan tersebut masih sangat memadai dengan total stok beras Bulog yang masih 5,3 juta ton. Sementara kebutuhan stok Minyakita untuk bantuan pangan juga telah disiapkan sepenuhnya.

Sampai awal Juni, pengadaan Minyakita untuk bantuan pangan telah menyentuh hampir 99 persen. Dari total kebutuhan Minyakita untuk bantuan pangan telah diperoleh stok sebanyak 131,4 ribu kiloliter. 

Baca Juga:
Timnas Indonesia Putus Catatan 38 Tahun Tanpa Kemenangan dari Oman

Dari seluruh Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog, Kanwil Jawa Tengah dan Jawa Barat yang masih berproses sedikit lagi untuk pengadaan Minyakita program bantuan pangan.

Terkait itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan tatkala pemenuhan stok Minyakita untuk penyaluran bantuan pangan telah tuntas, maka Bulog dapat berfokus pula pada penyaluran Minyakita ke pasar-pasar. Apalagi periode salur bantuan pangan akan dicukupkan sampai akhir Juni ini.

Baca Juga:
Kemenhaj Pastikan Jamaah KJT-04 Diberangkatkan Aman usai Saudia Airlines Mengalami Kendala Teknis

"Dengan hampir rampungnya penyaluran bantuan pangan, stok Minyakita pemerintah yang dikelola Bulog selanjutnya bakal disalurkan seluruhnya ke pasar-pasar rakyat," kaa Deputi Bapanas Ketut di Jakarta dikutip Sabtu (6/6/2026).

Penggencaran distribusi bantuan pangan diyakini Bapanas dapat ikut membantu intervensi pengendalian harga pangan pokok strategis. 

Apalagi pemerintah juga tengah berupaya menderaskan pasokan Minyakita bagi masyarakat, terutama ke pasar rakyat. 

"Kami telah meminta Bulog untuk segera mengeksekusi bantuan pangan sampai Juni. Nah kalau bisa dikeluarkan, tentu bisa akan mengendalikan posisi harga, menstabilkan harga beras sekaligus menstabilkan harga minyak goreng tentunya," ujar Ketut.

"Karena apa? Minyak goreng yang harus didistribusikan pada bantuan pangan tersebut kurang lebih 132,9 ribu kiloliter. Itu banyak. Jadi kalau bisa serentak dikeluarkan sampai Juni, itu artinya akan bisa secara langsung dan tidak langsung mengendalikan harga Minyakita," kata dia.

Untuk anggaran pelaksanaan program bantuan pangan telah tersedia di Bapanas. Totalnya Rp 14,074 triliun sebagai salah satu bukti keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan sokongan pangan sebagai bantalan ekonomi.

Di sisi lain, rencana penyesuaian HET Minyakita oleh pemerintah masih perlu mempertimbangkan harga keekonomian minyak goreng saat ini. Besaran HET dan waktu penerapannya juga perlu melihat perkembangan harga minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). 

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian memastikan pemenuhan pasokan beras dan minyak goreng untuk kebutuhan domestik mampu terpenuhi dari hasil petani Indonesia sendiri. 

Ini juga termasuk untuk stok program bantuan pangan. Kuncinya ada pada kesejahteraan petani pangan dalam negeri yang senantiasa dijaga pemerintah.

“Kita ingin petani semakin sejahtera. Karena itu fokus pemerintah tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang baik. Ketika produktivitas naik dan harga petani membaik, maka kesejahteraan petani akan meningkat,” ujar Amran.

“Petani adalah pahlawan pangan bangsa. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka mendapatkan keuntungan yang lebih baik, biaya produksi semakin efisien, dan usaha tani semakin menjanjikan. Kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) ini harus kita jaga bersama agar manfaatnya semakin dirasakan oleh petani di seluruh Indonesia,” ujar Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Adapun sebagaimana rilis Badan Pusat Statistik (BPS), NTP pada Mei 2026 meraih indeks tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Indeks NTP secara umum berada di 127,73. Sementara NTP Tanpa Perikanan di Mei 2026 juga semakin tinggi di 128,49. NTP Tanpa Perikanan tersebut meningkat drastis terhadap rekor sebelumnya yang pernah 126,11 di Desember 2025.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reaksi Jay Idzes setelah Timnas Indonesia Berhasil Tekuk Oman dengan Skor 3-0 di FIFA Matchday
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
MPR: Keberagaman yang Terjaga Cegah Radikalisme dan Polarisasi Sosial!
• 10 jam laluokezone.com
thumb
IHSG Anjlok & Rupiah Tembus Rp18.000, Kapan Market Rebound?
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Program Zakat produktif nasional BAZNAS sasar 55 mustahik di Bogor
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
GTA 6 Bikin Industri Game Ketar-ketir, Publisher Besar Mulai Ubah Jadwal Rilis
• 3 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.