Perusahaan Anthropic Serukan Koordinasi Global untuk Jeda Pengembangan AI Canggih

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

San Francisco: Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic menyerukan adanya koordinasi internasional yang memungkinkan penghentian sementara atau perlambatan pengembangan sistem Artificial Intelligence (AI) paling canggih di dunia.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Kamis, 4 Juni 2026, perusahaan berbasis di California itu memperingatkan bahwa perkembangan teknologi AI berpotensi melampaui kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dan mengembangkan mekanisme pengawasan yang memadai.

“Kami percaya dunia perlu memiliki opsi untuk memperlambat atau menghentikan sementara pengembangan AI frontier agar struktur sosial dan penelitian terkait penyelarasan AI dapat mengejar laju perkembangan teknologi tersebut,” tulis Anthropic dalam laporannya, dikutip dari Anadolu, Jumat, 5 Juni 2026.

Namun, perusahaan tersebut menegaskan hanya akan mendukung langkah semacam itu apabila seluruh pengembang AI terdepan lainnya ikut berpartisipasi dan terdapat mekanisme yang dapat memverifikasi kepatuhan masing-masing pihak.

“Jika sistem seperti itu tersedia, kami memperkirakan akan memperlambat atau menghentikan sementara pengembangan, asalkan pengembang lain yang berada di garis depan teknologi juga melakukan hal yang sama secara terverifikasi,” kata Anthropic.

Menurut perusahaan itu, penghentian sementara yang efektif hanya dapat dilakukan apabila sejumlah laboratorium AI besar di berbagai negara sepakat menghentikan pengembangan berdasarkan syarat yang sama dan dapat saling memastikan bahwa komitmen tersebut benar-benar dijalankan. AI Kian Mengambil Alih Peran Manusia Anthropic menilai sistem AI saat ini semakin mengambil alih tugas yang sebelumnya dilakukan oleh para insinyur dan peneliti manusia. “Bukti yang ada menunjukkan bahwa peran manusia terus menyempit di setiap tahap proses pengembangan AI,” tulis perusahaan tersebut.

Anthropic memperkirakan ketika kualitas kode yang dihasilkan AI sudah setara dengan kode buatan manusia, para pengembang akan berhenti menulis kode secara langsung dan hanya berfokus pada proses peninjauan.

Perusahaan itu juga memperingatkan bahwa kemampuan manusia untuk mengawasi hasil kerja AI pada akhirnya dapat menjadi hambatan utama perkembangan teknologi tersebut apabila manusia tidak mampu memeriksa kode secepat AI mampu memproduksinya.

“Secara sederhana, proses pengerjaan kini hampir tidak memerlukan waktu manusia,” tulis laporan itu.

Menurut Anthropic, lebih dari 80 persen kode yang saat ini digabungkan ke dalam sistem produksi perusahaan ditulis oleh asisten AI mereka, Claude.

Perusahaan juga menyebut para insinyurnya kini menghasilkan kode delapan kali lebih banyak setiap kuartal dibandingkan periode 2021 hingga 2025.

Anthropic menilai tren tersebut pada akhirnya dapat mengarah pada fenomena yang disebut “recursive self-improvement”, yakni ketika sistem AI mampu merancang dan mengembangkan generasi penerusnya sendiri.

Meski kemampuan tersebut berpotensi mempercepat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Anthropic mengingatkan bahwa proses itu juga dapat meningkatkan risiko hilangnya kendali manusia terhadap sistem AI.

“Jendela waktu untuk menelaah pertanyaan-pertanyaan ini bersama-sama ada saat ini,” kata Anthropic, seraya mengajak pembuat kebijakan, peneliti, dan kelompok masyarakat sipil untuk terlibat dalam pembahasan mengenai tata kelola kecerdasan buatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menakar Fundamental Ekonomi Indonesia di Tengah Pelemahan Rupiah
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Meski Timnas Indonesia U19 Kalahkan Timor Leste dan Myanmar, Bung Ropan Tetap Ingatkan Nova Arianto soal Vietnam
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Buka Mubes V Kosgoro1957, Bahlil Ungkit Kunci Kemajuan Golkar
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Kapal Bocor di Perairan Kepulauan Seribu, 35 Penumpang Berhasil Dievakuasi | BERUT
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Timnas Indonesia Kalahkan Oman 3-0, Erick Thohir: Masih Ada Mozambik
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.