"Guru perlu ruang dan waktu untuk terus bertumbuh, mengembangkan kompetensi, serta berbagi praktik baik bersama rekan sejawat demi memberikan layanan pendidikan terbaik kepada murid," dikutip dari instagram @ditjen.gtk.kemdikbud, Jumat 5 Juni 2026.
Hari Belajar Guru ini diharapkan mampu membangun budaya belajar sepanjang hayat. Agar guru semakin profesional dan berdampak pada murid.
Baca juga: Orang Tua Lelah Mengasuh, Pendidikan Karakter Anak Diserahkan pada Algoritma Medsos
Hari Belajar Guru dilaksanakan satu kali dalam seminggu. Skema ini merupakan langkah nyata bersama untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat di lingkungan pendidikan.
"Karena guru yang terus belajar akan semakin siap mendampingi murid menghadapi tantangan masa depan," lanjut unggahan tersebut.
Lantas seperti apa detil pelaksanaan Hari Belajar Guru? Simak selengkapnya di sini! Mengapa Hari Belajar Guru Penting?
- Meningkatkan kompetensi dan wawasan guru.
- Menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik antar-pendidik.
- Memecahkan tantangan pembelajaran secara bersama-sama.
- Mengembangkan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung pada murid.
Waktu Pelaksanaan: Diadakan 1 kali per minggu dengan waktu yang disepakati bersama agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Dalam pelaksanaannya, guru wajib berkolaborasi dengan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan di satuan pendidikan masing-masing. Apa Dampaknya?
- Guru menjadi semakin kompeten dan tingkat kepercayaan dirinya meningkat.
- Sinergi dan kolaborasi antara Kepala Sekolah, guru, serta tenaga kependidikan menjadi semakin kuat.
- Proses pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna bagi peserta didik.
- Kualitas pendidikan secara umum mengalami peningkatan.
- Murid mendapatkan haknya untuk menerima layanan belajar yang jauh lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)





