Bisnis.com, JAKARTA - Belgia tengah bersiap untuk kampanye Piala Dunia FIFA mereka yang ke-15 dan penampilan keempat secara beruntun di panggung terbesar sepak bola dunia.
Setelah memastikan tiket ke pertunjukan akbar 2026 — edisi pertama dengan format 48 tim Red Devils akan berupaya meniru atau melampaui pencapaian mereka pada edisi 2018 di Rusia, ketika mereka menempati posisi ketiga. Jika wakil Eropa Barat itu mampu mengulang capaian tersebut, hal itu akan sangat membantu menghapus kenangan pahit Piala Dunia 2022 Qatar, ketika mereka secara mengejutkan tersingkir pada fase grup.
Belgia finis sebagai pemuncak Grup J pada kualifikasi UEFA. Garcia memimpin timnya meraih lima kemenangan dan tiga hasil imbang dalam delapan laga, dengan kepastian tiket ke Amerika Utara dipastikan pada laga penutup fase grup melawan Liechtenstein, di mana mereka melenggang dengan kemenangan 7-0.
Red Devils menimba pengalaman pertama mereka di panggung global pada edisi perdana turnamen utama FIFA untuk sepak bola putra pada 1930. Belgia tersingkir setelah fase grup menyusul kekalahan 3-0 dari Amerika Serikat dan kekalahan 1-0 dari Paraguay. Meski gagal mencapai prestasi tinggi, skuad asuhan Hector Goetinck dapat mengambil kebanggaan sebagai para perintis turnamen yang meletakkan fondasi bagi partisipasi berikutnya di ajang global tersebut.
Skuad Belgia pada edisi 1986 dari ajang akbar global tersebut mengukir nama mereka dalam folklor sepak bola nasional dengan meraih finis peringkat empat yang sangat bersejarah di tanah Meksiko. Meski takluk 2-1 dari tuan rumah pada laga pembuka, Belgia bangkit untuk menundukkan Irak dengan skor yang sama sebelum bermain imbang 2-2 dengan Paraguay, hasil yang cukup untuk membawa mereka lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Skuad asuhan Roberto Martinez tampil mengecewakan pada Piala Dunia FIFA 2022 setelah gagal lolos dari Grup F. Belgia membuka kampanye mereka dengan kemenangan 1-0 yang lesu atas tim Kanada yang boros peluang, dengan penyelesaian klinis Michy Batshuayi menjadi pembeda. Namun, tim unggulan asal Eropa itu gagal membangun momentum pada laga kedua, ketika performa kembali tidak meyakinkan berujung pada kekalahan 2-0 dari Maroko.
Baca Juga
- Mantan Pelatih RB Leipzig, Domenico Tedesco Jadi Pelatih Timnas Belgia
- Profil Timnas Belgia, Favorit Juara di Euro 2020
- Marouane Fellaini Mundur Dari Timnas Belgia
Kemenangan terbesar Belgia di Piala Dunia
3–0 melawan El Salvador pada 1970
3–0 melawan Panama pada 2018
5–2 melawan Tunisia pada 2018





