Pemprov Babel bentuk TRC lintas instansi atasi ancaman El Nino

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) lintas instansi guna mengatasi potensi ancaman dan dampak fenomena El Nino selama musim kemarau panjang di daerah itu.

"Pembentukan TRC ini penting untuk mengantisipasi dan menangani kebakaran hutan, lahan, kekeringan, dan lainnya, selama musim kemarau ini," kata Kepala BPBD Kepulauan Babel Budi Utama di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan TRC lintas instansi merupakan gabungan tim reaksi cepat dari BPBD se-Kepulauan Babel, Polri, TNI, organisasi masyarakat, dan instansi terkait lainnya, sebagai langkah preventif, deteksi dini, dan kolaborasi lintas sektor secara terpadu dalam penanganan potensi ancaman fenomena El Nino 2026.

"Kami sudah melakukan rapat koordinasi pembentukan TRC lintas instansi ini dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan ditetapkan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani," katanya.

Baca juga: BPBD: Waspada angin kencang di Babel hingga Juni 2026

Ia menyatakan El Nino ini merupakan pemanasan yang terjadi di Samudera Pasifik yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan ekstrem di Indonesia, termasuk Kepulauan Bangka Belitung, yang meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, dan kekeringan.

"Fenomena El Nino ini mengakibatkan kemarau tahun ini lebih panjang yang diperkirakan berlangsung dua hingga tiga bulan atau lebih lama dari normal sehingga meningkatkan kekeringan lahan gambut dan hutan," katanya.

Selain itu fenomena El Nino selama musim kemarau ini mengakibatkan suhu udara meningkat rata-rata naik satu hingga tiga derajat Celcius, yang mempercepat pengeringan biomassa di kawasan hutan dan perkebunan.

Baca juga: BPBD: Ratusan rumah di Bangka terdampak banjir rob

"Selama musim kemarau ini tentunya terjadi penurunan curah hujan lebih kurang 40 persen dari rata-rata normal, yang menyebabkan kelembaban tanah sangat rendah," katanya.

Ia menambahkan dampak El Nino ini juga mengakibatkan angin kencang dan kering yang mempercepat perambatan api dan ini terbukti dari kejadian karhutla di Belitung Timur yang meningkat pesat.

"Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau ekstrem ini, agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan lebih luas yang akan merugikan lingkungan dan masyarakat lainnya," kata Budi Utama.

Baca juga: BPBD: Tiga kecamatan di Pangkalpinang rawan karhutla


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Real Madrid Siapkan Rp3 Triliun untuk Galactico Baru
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Wamenhaj Minta Layanan Kesehatan Haji di Madinah Ditingkatkan, Petugas Harus Aktif
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Makin Serius Bidik Target Promosi ke Liga 1, Kendal Tornado FC Resmi Perpanjang Kontrak Stefan Keeltjes
• 5 jam lalubola.com
thumb
Kemenpar nilai AI bangun pengalaman wisata berbasis data
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Bank Aladin Syariah Cetak Laba Rp150,7 Miliar di 2025
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.